Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Gajah Purba: Antara Tapir dan Kudanil
Rabu, 16 April 2008 | 11:43 WIB

TEMPO Interaktif, OXFORD: Jangan salah, ini bukan tapir. Menurut penelusuran DNA yang dilakukan Alexander Liu dari University of Oxford, Inggris, dan Erik Seiffert dari Stony Brook University, New York, Amerika Serikat, atas sebuah fosil gigi, beginilah rupa gajah 37 juta tahun lalu.

Liu dan Seiffert mencuplik sampel fosil gigi dua spesies dari sebuah keluarga gajah yang telah punah. Keduanya menganalisis pola atom-atom karbon dan oksigen yang berbeda, yang tertinggal dalam enamel gigi. Dari sana mereka mempelajari pola hidup dan makan hewan-hewan itu semasa hidupnya.

Data-data yang dihasilkan menandakan bahwa Barytherium dan Moeritherium, begitu kedua spesies itu dikenal, hidup mirip kudanil: kebanyakan berendam dalam air dengan makanannya bergantung pada vegetasi air tawar. Sinyal ini sekaligus menunjukkan bahwa gurun pasir Mesir--lokasi ditemukannya fosil--dulunya berupa rawa dan hutan hujan subtropis.

Belum jelas benar kenapa gajah-gajah purba lalu meninggalkan habitatnya itu dan naik ke darat. Boleh jadi mendinginnya bumi di pengujung periode Eocene telah mengeringkan sungai dan rawa-rawa, memaksa hewan-hewan di dalamnya naik ke darat.

Belum ada bukti kuat yang mendukung teori tersebut. Tapi, yang jelas, Liu dan Seiffert telah melaporkan hasil studinya itu dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.
l bbc


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lembaga Eijkman Diharap Maksimalkan Penelitian Biomedis
Padi
Dari Perut Sapi ke Jagung
Hidup Kiri!
Gunung Berapi di Venus
Lampu Rem Pintar
Anglerfish Aneh
Hujan Berlebihan Turunkan Produksi Susu
Jurus Tai Chi Tangkal Diabetes
Terbang ke Bulan, Selamanya
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121367 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data