Mabuk Pengaruhi Selera Makan
Jum'at, 18 April 2008 | 13:28 WIB
TEMPO Interaktif, : Kelelawar memang sehat. Ia hanya makan buah-buahan. Namun, kalau buah yang dimakannya terlampau matang, sehingga proses fermentasi telah dimulai, kelelawar juga doyan junk food. Etanol yang terkandung dalam buah yang hampir membusuk itu membuat kelelawar mabuk dan mengubah perilaku makannya.
Penelitian yang dilakukan Francisco Sánchez dan timnya di Jacob Blaustein Institutes untuk Riset Gurun di Ben-Gurion University di Negev, Israel, memperlihatkan kelelawar mabuk cenderung makan junk food dibanding temannya yang waras. Sánchez tertarik meneliti kelelawar mabuk ini karena binatang itu kerap mendatangi buah yang telah berfermentasi.
Untuk mengulik perilaku aneh ini, mereka mempelajari kelelawar buah Mesir (Rousettus aegyptiacus). Segerombol kelelawar berjumlah 12 ekor ditempatkan dalam kandang dan diberi wadah makanan berisi campuran susu formula bayi, dari kedelai, sukrosa, air, hingga satu dari enam konsentrasi etanol, yang berkisar dari 0 persen sampai 2 persen. Setiap hari kelelawar itu diberi konsentrasi etanol yang berbeda dalam makanannya. Makanan yang tidak dimakan dibuang dan diukur.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelelawar menghindari konsentrasi etanol di atas 1 persen, yang masih di bawah ambang batas, dan perilaku mereka belum berubah. Untuk mengetahui bagaimana kelaparan mempengaruhi perilaku ini, para peneliti melakukan eksperimen serupa dengan kelelawar yang kelaparan.
Sánchez menduga etanol konsentrasi rendah akan meningkatkan selera kelelawar yang diberi makan teratur karena tumbuhan menggunakan etanol kadar rendah ini untuk memancing penyebar benih mereka makan lebih banyak sebelum pergi. Adapun etanol kadar tinggi akan menurunkan nafsu makan karena efek kimianya yang memabukkan. Pada kelelawar lapar, tim memperkirakan pengaruh mabuk lebih nyata dan berhipotesis hal ini akan mengurangi nafsu makannya.
Namun, laporan Sánchez dan timnya dalam jurnal Naturwissenschaften menunjukkan bahwa tak satu pun hipotesis itu terbukti benar. Kelelawar yang makan teratur tidak makan lebih banyak ketika mengkonsumsi etanol kadar rendah, sekaligus menghindari makanan berkadar etanol tinggi.
Sebaliknya, kelelawar kelaparan makan makanan mengandung etanol sama banyaknya dengan makanan normal, berapa pun kandungan etanolnya. "Kemungkinan ini karena kelaparan setengah mati jauh lebih berisiko ketimbang mabuk," kata Sánchez.
Meski demikian, kelelawar lapar mungkin tak keberatan mabuk di kandang karena tahu mereka aman. "Perlu binatang liar untuk mengujinya," katanya. l nature




Komentar Anda :