Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Mabuk Pengaruhi Selera Makan
Sabtu, 19 April 2008 | 12:50 WIB

TEMPO Interaktif, Negev:
Penelitian yang dilakukan Francisco Sánchez dan timnya di Jacob Blaustein Institutes untuk Riset Gurun di Ben-Gurion University di Negev, Israel, memperlihatkan kelelawar mabuk cenderung makan junk food dibanding temannya yang waras. Sánchez tertarik meneliti kelelawar mabuk ini karena binatang itu kerap mendatangi buah yang telah berfermentasi.

Untuk mengulik perilaku aneh ini, mereka mempelajari kelelawar buah Mesir (Rousettus aegyptiacus). Segerombol kelelawar berjumlah 12 ekor ditempatkan dalam kandang dan diberi wadah makanan berisi campuran susu formula bayi, dari kedelai, sukrosa, air, hingga satu dari enam konsentrasi etanol, yang berkisar dari 0 persen sampai 2 persen. Setiap hari kelelawar itu diberi konsentrasi etanol yang berbeda dalam makanannya. Makanan yang tidak dimakan dibuang dan diukur.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelelawar menghindari konsentrasi etanol di atas 1 persen, yang masih di bawah ambang batas, dan perilaku mereka belum berubah. Untuk mengetahui bagaimana kelaparan mempengaruhi perilaku ini, para peneliti melakukan eksperimen serupa dengan kelelawar yang kelaparan.

Sánchez menduga etanol konsentrasi rendah akan meningkatkan selera kelelawar yang diberi makan teratur karena tumbuhan menggunakan etanol kadar rendah ini untuk memancing penyebar benih mereka makan lebih banyak sebelum pergi. Adapun etanol kadar tinggi akan menurunkan nafsu makan karena efek kimianya yang memabukkan. Pada kelelawar lapar, tim memperkirakan pengaruh mabuk lebih nyata dan berhipotesis hal ini akan mengurangi nafsu makannya.

Namun, laporan Sánchez dan timnya dalam jurnal Naturwissenschaften menunjukkan bahwa tak satu pun hipotesis itu terbukti benar. Kelelawar yang makan teratur tidak makan lebih banyak ketika mengkonsumsi etanol kadar rendah, sekaligus menghindari makanan berkadar etanol tinggi.

Sebaliknya, kelelawar kelaparan makan makanan mengandung etanol sama banyaknya dengan makanan normal, berapa pun kandungan etanolnya. "Kemungkinan ini karena kelaparan setengah mati jauh lebih berisiko ketimbang mabuk," kata Sánchez.

Meski demikian, kelelawar lapar mungkin tak keberatan mabuk di kandang karena tahu mereka aman. "Perlu binatang liar untuk mengujinya," katanya.

tjandra | nature


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122437 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data