|
Minyak Goreng Jangan Berlebihan
Kamis, 24 April 2008 | 12:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Aslinya minyak goreng merupakan minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar. Berbagai tanaman bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak goreng, mulai kelapa sawit, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung, kedelai, kelapa, dan kanola.
Rasa dan aroma minyak goreng bisa diubah sesuai dengan selera, dengan memasukkan bahan makanan beraroma seperti rempah-rempah segar atau lada. Namun, jangan sekali-sekali mencampurkan bawang ke dalam minyak goreng karena bisa memicu pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum, yang dapat meracuni minyak.
Meski mengandung lemak jenuh, bukan berarti minyak goreng wajib dijauhi. Dalam batas yang wajar, menyantap makanan berminyak penting untuk tubuh. Yang menjadi masalah, berapa banyak lemak yang seharusnya dikonsumsi. Batas normalnya adalah 10 sampai 30 persen dari total kalori yang kita konsumsi. Bila berlebihan, dikhawatirkan minyak akan memicu kolesterol dan penyakit jantung.
Minyak goreng juga bisa memicu alergi. Biasanya minyak dari kacang-kacangan menimbulkan reaksi alergi pada konsumen yang alergi kacang. Reaksi alergi yang parah dapat mengakibatkan shock dan tersedak, yang bisa berujung pada kematian.
Karakteristik bahan minyak berpengaruh, dan pengolahan akan mengubah karakter minyak. Minyak zaitun mentah, umpamanya, apabila dikonsumsi dengan wajar dapat meningkatkan kolesterol HDL yang baik dan dapat meningkatkan kesehatan jantung.
Umumnya minyak yang sehat dikonsumsi secara mentah menjadi tidak sehat sesudah dipanaskan atau digunakan untuk memasak. Batasan toleransi suhu minyak goreng yang normal adalah 105-200 derajat Celsius. Lebih dari itu, minyak goreng menjadi tidak sehat.
Minyak goreng sensitif terhadap panas, cahaya, dan oksigen. Penerapan dari ketiga hal itu akan mengurangi kandungan nutrisi dalam minyak goreng. Lebih baik minyak goreng disimpan di lemari tertutup dalam suhu yang wajar.
Cairan lengket ini juga tidak boleh dibuang sembarangan. Karena lebih ringan ketimbang air, minyak cenderung menyebar menjadi membran luas dan tipis yang menghalangi oksigenasi air. Satu liter minyak goreng dapat mencemari sejuta liter air. Cara terbaik adalah mengolahnya kembali menjadi barang-barang lain, seperti sabun dan bahan bakar biodiesel.
amal ihsan | berbagai sumber
INDEKS BERITA LAINNYA :
|