Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Astronot Korea Mendarat dengan Selamat
Jum'at, 25 April 2008 | 12:31 WIB

TEMPO Interaktif, Kustanai:

Kapsul Soyuz melenceng ke barat dan jatuh di wilayah Kazakhstan. Helikopter-helikopter penyelamat segera bergegas ke lokasi. "Kapsul itu mendarat melampaui area yang ditentukan. Hal ini memang bisa saja terjadi, seperti sebuah pesawat yang hendak mendarat," kata juru bicara tim kontrol misi, Valery Lyndin.

Saksi mata melaporkan kapsul menyuruk ke bumi dengan cukup keras. Asap keluar dari kapsul yang tergeletak miring ke samping. Parasut daruratnya terbakar.

Tiga orang awaknya segera dievakuasi keluar. Walaupun selamat, astronot Amerika yang menjadi komandan misi, Peggy Whitson, tampak pucat ketika keluar dari wahana dan segera mendapat perawatan medis. Dua awak lainnya, Yi So-yeon (Korea Selatan) dan Yuri Malenchenko (Rusia), berada dalam kondisi lebih baik sehingga bisa menghadiri konferensi pers setelah pendaratan darurat.

So-Yeon mengaku lemas dan mengantuk selama dalam perjalanan kembali ke Kustanai, kota di perbatasan Kazakhstan. "Saya akhirnya menjadi lebih segar ketika disuguhi teh," katanya. Ilmuwan nanoteknologi berusia 29 tahun itu menjadi orang Korea Selatan pertama yang mengunjungi Stasiun Antariksa Internasional pada awal bulan ini.

Kapsul itu menyimpang jauh karena mengikuti garis lengkung curam karena melakukan melakukan ballistic landing atau pendaratan mengikuti lintasan laksana peluru. Cara pendaratan ini lebih mudah karena hanya membiarkan gravitasi bumi menarik kapsul, tapi cukup berbahaya karena kapsul berputar ketika memasuki bumi dan mendarat dengan sudut yang curam.

Kepala Badan Antariksa Federal Rusia Anatoly Perminov menyatakan para awak tidak memberi tahu akan melakukan cara pendaratan balistik ketika kembali. "Kami akan menyelidiki masalah ini," katanya.

Oktober tahun lalu, kapsul Soyuz yang membawa astronot Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor, melenceng 200 km setelah melakukan cara pendaratan serupa.

amal ihsan | afp | onenews


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122428 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data