Dari Bulu Ayam Jadilah Rumah

Jum'at, 08 Agustus 2008 | 14:52 WIB

TEMPO Interaktif, MANILA: -- Jangan buang bulunya kalau Anda hendak menyembelih ayam dan memasak gulai, soto, atau ayam panggang yang lezat. Bulu ayam ternyata dapat dimanfaatkan sebagai komponen konstruksi oleh seorang ilmuwan asal Filipina.

Menandro Acda, profesor di University of the Philippines Los Banos, menyatakan dia telah menciptakan sebuah komposit papan bangunan baru yang terbuat dari bulu ayam. Temuannya ini bisa menjadi terobosan besar dalam industri konstruksi di Asia karena material baru ini resisten terhadap serbuan rayap, yang kerap menyerang kayu konstruksi bangunan.

Acda mengatakan material yang terbuat dari bulu ayam dan semen kompresi ini dapat digunakan pula untuk perumahan. Material baru ini menggantikan papan dari potongan kayu, yang mudah rapuh karena digerogoti serangga. "Papan komposit ini resisten gangguan serangga, seperti rayap, karena bulu tidak dapat dicerna," kata Acda. "Mereka juga tak mudah terbakar dibanding semen dan papan komposit serat kayu."

Meski material baru ini masih memerlukan riset lanjutan, Acda mengatakan papan bulu ini dapat digunakan untuk panel pembatas, langit-langit, dan pelapis, bukan untuk komponen yang menahan bebas berat, seperti dinding atau pilar.

Riset yang didanai oleh program Ford Conservation and Environmental Grants ini disambut baik secara ekonomi maupun lingkungan. Presiden Ford Motor Company Filipina Rick Baker, enyatakan perusahaannya bangga terlibat dalam proyek itu. "Kami berkomitmen untuk menemukan solusi dalam melindungi dan merawat lingkungan," katanya.

Pemanfaatan bulu ayam ini sekaligus memecahkan masalah lingkungan di Filipina karena membuka jalan keluar bagi pembuangan limbah 2,4 juta ton bulu ayam yang dihasilkan industri peternakan ayam di negara itu setiap tahun.

Metode pembuangan limbah konvensional, semisal pembakaran, penimbunan, atau daur ulang, menjadi makanan ternak amat problematik bila menyangkut bulu ayam. "Pembakaran melepaskan gas rumah kaca dan makan tempat jika bulu ayam ditaruh di tempat pembuangan sampah akhir dan perlu waktu yang lama untuk membusuk karena kandungan protein keratinnya," kata Acda. "Kekhawatiran terhadap flu burung juga membuat pemanfaatan bulu ayam menjadi pakan ternak tidak diminati."

Acda berharap akhir tahun ini papan bulunya sudah sempurna sehingga dia bisa segera mempublikasikan temuannya. "Jika hasil studinya bagus, kami akan mengajukan patennya," dia menambahkan. AFP

Komentar Anda (1) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Dari bulu ayam jadilah rumah

    penemuan rumah ini bisa dipakai siapa? karena penemuan ini lebih banyak mengeluarkan biaya dari pembuatannya,

    -- Evi, Bali, 04/12/2008 13:48:20 wib

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :