(Lebaran Sudah Dekat) Hati-hati Berbelanja
Selasa, 23 September 2008 | 12:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hati-hatilah akan bahaya belanja. Sebuah survei dan tes yang dilakukan di Amerika Serikat berhasil membedakan dengan sangat jelas antara belanja biasa dan belanja berlebihan atau kompulsif yang bahkan bisa merusak kehidupan seseorang.
Kent Monroe, profesor bidang pemasaran dari University of Illinois di Urbana-Champaign, mengajukan daftar berisi enam pertanyaan kepada 550 staf, kebanyakan wanita, di kampusnya. Hasilnya, terungkap kalau hampir sembilan persen dari sampel respondennya itu tergolong penggila belanja.
Persentase itu lebih tinggi kalau dibandingkan dengan studi 15 tahun lalu yang hanya berkisar 2-8 persen, atau sebuah studi diantara kedua studi itu yang menunjukkan angka para sophaholic hampir enam persen. Dalam riset yang lain lagi ditemukan kalau pria sama saja dengan wanita. artinya, mereka juga bisa mengidap penyakit yang sama, yaitu kecanduan berbelanja.
“Saat ini kita memang hidup di tengah masyarakat yang konsumtif,” kata Monroe. “Namun sifat belanja yang kompulsif bukan cuma berbahaya untuk mereka yang berpendapatan pas-pasan, tapi ini adalah sebuah kecanduan yang bisa sangat berbahaya bagi individu, keluarga, dan keselamatan sebuah hubungan.”
Ya, Monroe dan timnya memang menemukan pula kalau sifat belanja kompulsif terkait dengan materialisme, harga diri yang terkikis, depresi, kegelisahan, dan stress. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari adu argumen soal pembelian sampai penggunaan kartu kredit yang melampaui limit.
LIVESCIENCE
Topik :




Komentar Anda :