ITB Dapat Penghargaan di Kompetisi Pesawat Tak Berawak Korea
Rabu, 08 Oktober 2008 | 13:35 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Tim Institut Teknologi Bandung berhasil meraih penghargaan khusus dalam kompetisi pesawat robot yang digelar di Korea Selatan.
Kompetisi Pesawat Terbang Robot Korea ke-7 yang digelar 27 September silam, tapi ITB baru mengumumkan pada Rabu (8/10), semula hanya diikuti tim lokal. Baru tahun ini mereka mengundang tim luar negeri. Selain Indonesia, India dan Taiwan juga mengirim meski tim Taiwan gagal dalam evaluasi teknik.
Pembimbing tim, Prof. Dr. Ir. Muljowidodo, menjelaskan Indonesia mengirim dua regu yakni Tim Kumbang dengan pesawat helikopter dan Tim Garuda dengan pesawat bersayap tetap. "Dua tim ini dikelola keroyokan oleh sembilan orang," ujar Muljowidodo.
Yang mendapat penghargaan adalah Tim Garuda yang memenangkan Special Prize Katagori Best Image System. Mereka gagal menjadi juara umum, kata Muljowidodo, karena, "Kami gagal menyelesaikan satu dari empat misi yang dilombakan."
Dalam pertandingan itu, pesawat mesti melakukan empat hal yakni menjatuhkan obyek ke target, mengenali target dan lokasi, memotret, dan mencari boneka di laut. Selama pertandingan, pesawat harus bekerja sendiri secara otomatis, tidak dikendalikan sama sekali.
Dari empat misi itu, kata Muljowidodo, obyek yang dijatuhkan Tim Garuda kalah dekat dari target dibanding pesaingnya. Dalam misi mencari boneka di laut, tim ini malah gagal sama sekali.
Selain kondisi cuaca dan angin kencang di lokasi pertandingan, Muljowidodo juga menunjuk bahwa timnya kehabisan waktu. Setiap tim hanya mendapat jatah 40 menit untuk seluruh misi. "Padahal pada sepuluh menit pertama saja, kami masih melakukan pengaturan awal seperti memasukkan data ke komputer, dan persiapan lain," ujarnya.
Meski gagal menyabet juara umum, Muljowidodo tidak terlalu kecewa karena tim Indonesia cukup mandiri teknologinya. Bentuk rancangan pesawat tak berawak, sistem kendali, sistem sensor, serta stasiun darat yang digunakan dirancang sendiri. "Kami tidak menggunakan komponen yang dapat dibeli di pasaran seperti yang dilakukan tim lain," katanya.
Guru besar ITB di bidang robot ini optimis, rancangan robot Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain. Untuk membuktikannya, ITB akan mengirim tim lagi di kompetisi Micro Aircraft Vehicle di Spanyol tahun depan. Bahkan, "Kami juga akan menggelar kompetisi serupa tapi untuk jenis kapal selam," ujarnya.
Rana Akbari Fitriawan
Topik :
- Bravo pak dodot
Selamat Pak Dodot....Bravo for Indonesia's student in autonomous plane contest!!!
-- Munadi, Fukui, 08/10/2008 19:46:26 wib




Komentar Anda (1) :