DNA Bisa Mengungkap Nama Keluarga Anda  

Minggu, 12 Oktober 2008 | 19:25 WIB

TEMPO Interaktif, Leicester:Ilmuwan di Departemen Genetika di University of Leicester, Inggris, mengembangkan teknik yang suatu hari nanti bakal membantu kepolisian dalam mencari tahu nama keluarga seseorang dari DNA-nya. Sebelumnya, departemen genetika universitas tersebut telah membuat sebuah terobosan revolusioner dengan menciptakan teknik sidik jari genetik yang ditemukan oleh Profesor Sir Alec Jeffreys.

Kini riset doktoral Turi King, yang dipresentasikan pada pekan lalu, memperlihatkan bahwa pria dengan nama keluarga Inggris kemungkinan besar terkait secara genetika. Hasil risetnya memiliki implikasi dalam bidang forensik, genealogi, epidemiologi, dan sejarah nama keluarga.

Dalam risetnya, King merekrut lebih dari 2.500 pria dari 500 nama keluarga berbeda. Berdasarkan informasi genetika ribuan pria tersebut, King mengeksplorasi hubungan potensial antara nama keluarga dan tipe kromosom Y. "Di Inggris, nama keluarga diteruskan dari ayah kepada anak lelakinya," kata King. "Kromosom Y adalah sebagian materi genetik yang membentuk jenis kelamin pria dan diteruskan dari ayah kepada anak lelakinya, sama seperti nama keluarga."

King yakin ada kaitan antara nama keluarga seseorang dan tipe kromosom Y yang dimilikinya. Hubungan sederhana antara nama dan kromosom Y pada prinsipnya mengaitkan semua pria yang berbagi nama keluarga yang sama menjadi satu pohon keluarga besar. "Namun pada kenyataannya hubungan itu mungkin tidak terlalu jelas," ujarnya.

Umumnya, nama keluarga di Inggris telah diteruskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu dan setiap nama kemungkinan memiliki beberapa pendiri. Namun peristiwa seperti adopsi, perubahan nama, dan penamaan mengikuti garis ibu dapat mengacaukan hubungan genetik sederhana mana pun.

"Sekarang dengan teknik genetika, kita bisa membedakan kromosom Y tiap orang. Dan kami menduga Anda bisa menemukan kenyataan bahwa nama keluarga tertentu berasosiasi dengan jenis kromosom Y tertentu pula," kata King.

King mengatakan ada sejumlah faktor yang merusak hubungan antara nama keluarga dan jenis kromosom Y. Misalnya ada beberapa orang yang mengambil nama keluarga yang sama ketika formasi nama keluarga terbentuk 700 tahun lampau. "Nama keluarga Smith adalah contoh bagus, karena nama ini berasal dari pekerjaan blacksmith atau pandai besi, sehingga banyak orang menggunakan nama Smith," tuturnya. "Ini berarti ada berbagai jenis kromosom Y yang berasosiasi dengan nama itu."

Riset ini memperlihatkan bahwa dua pria dengan nama keluarga yang sama berpeluang memiliki nenek moyang yang sama sebesar 24 persen. Peluang itu meningkat sampai hampir 50 persen jika nama keluarga mereka spesifik dan langka.

TJANDRA | SCIENCEDAILY

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :