Push Mail untuk Pengusaha Kecil Menengah

Senin, 10 Juli 2006 | 19:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah layanan i-memova dan BlackBerry, pekan lalu Indosat meluncurkan lagi sebuah layanan push e-mail yang dinamakan Indosat Mobile Office Solution atau disingkat i-Mofis. Bila i-memova menyasar pengguna-pengguna pribadi, sementara BlackBerry membidik pelanggan korporat besar, maka i-mofis diharapkan bisa menarik pelanggan yang berada di antaranya.

i-Mofis merupakan layanan yang menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Mobile 5.0. Seperti juga BlackBerry yang tak hanya menyediakan layanan push e-mail, layanan i-Mofis juga meliputi internet browsing, SMS, sekaligus telepon seluler. Tapi tak seperti BlackBerry Indosat, yang hanya dapat dijalankan dengan handheld BlackBerry namun i-Mofis dapat digunakan oleh handset PDA (Personal Digital Asisstance) merk apapun, yang menjalankan Windows Mobile.

"i-Mofis cocok untuk small/ medium enterprise," ujar Guntur Siboro, Group Head Integrated Marketing Indosat. Untuk menjalankannya dibutuhkan sebuah server berbasis Microsoft Exchange Server 2003. Namun, Guntur mengakui, layanan BlackBerry lebih unggul dari sisi keamanan, kecepatan akses, maupun kapasitas e-mail yang diterima.

Hal itu, kata Guntur, disebabkan karena teknologi Research In Motion (perusahaan Kanada pencipta BlackBerry), memang lebih canggih. Maka tak heran bila untuk berlangganan BlackBerry Indosat, bisa lebih mahal antara sekitar 1,5-3 kali lipat dari berlangganan i-Mofis.

Biaya berlangganan i-Mofis setiap bulannya, adalah 200 ribu rupiah dengan kapasitas e-mail account sebesar 10 megabita. Secara umum, fitur-fitur yang disediakan BlackBerry juga dapat dilakukan pada layanan i-Mofis, misalnya global address book, kalender, dan task synchronization.

Sementara itu, i-Mofis lebih handal dibandingkan dengan i-memova yang hanya berbasiskan Multimedia Messaging Services (MMS). Untuk menggunakan layanan i-memova, tak ada biaya berlangganan. Dan kita hanya dapat mengakses e-mail berkapasitas maksimum 50 kilobita per MMS.

Hingga saat ini, kata Guntur, pelanggan layanan BlackBerry Indosat ada sekitar lima ribu orang. Sementara pelangan aktif dari layanan i-memova sekitar tiga puluh ribu orang. Namun, ia tak bersedia memaparkan target yang dipatok untuk pelanggan i-Mofis.

Tapi Guntur memperkirakan, i-Mofis akan jauh lebih populer dibandingkan BlackBerry, karena keluasan sistem operasi Windows Mobile. Pasalnya, sistem operasi itu dijalankan oleh berbagai merk PDA yang sedang laris di pasar, semisal Hewlett-Packard, Dopod, O2, dan sebagainya.

Langkah Indosat meluncurkan layanan i-Mofis, kabarnya akan segera diikuti oleh Telkomsel, yang akan meluncurkan produk layanan serupa. Sementara, Telkomsel sendiri telah memiliki layanan BlackBerry dengan berbagai pilihan paket tarif berlangganan, yang berkisar antara sekitar 200-600 ribu rupiah.

Tentunya, pelanggan berharap, mulai maraknya layanan push mail bisa mem-push (menekan) tarif hingga sekecil-kecilnya, sekaligus mem-pull (mendorong) kualitas pelayanan sekuat-kuatnya.

l indra darmawan






Komentar Anda

Kirim