close

Pertumbuhan Pembaca Berita Online Melambat

Rabu, 02 Agustus 2006 | 11:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Satu dasawarsa yang lalu, hanya satu dari 50 orang Amerika Serikat yang membaca berita secara rutin di Internet. Kini hampir satu dari tiga orang Amerika Serikat yang mencari berita secara online.

Namun, jumlah audiens berita online itu hampir sama dengan dua tahun silam. Makanya pembuat riset ini, Pew Research Center for People and the Press, menyimpulkan bahwa pertumbuhan audiens berita online melambat.

Penurunan pertumbuhan ini sangat kentara pada pembaca muda, berumur 18-24 tahun, yang membaca berita setidaknya tiga hari dalam seminggu, yakni hanya satu persen dibandingkan pada 2000. Sementara itu, pada pembaca dewasa (35-49 tahun), pertumbuhannya mencapai 12 persen.

Riset yang hasilnya diumumkan Ahad lalu itu berdasarkan wawancara per telepon terhadap 3.200 orang Amerika dewasa yang dilakukan pada 27 April hingga 22 Mei 2006.
Menurut survei ini, pelanggan berita online cenderung mengunjungi situs web dari jaringan kabel atau perusahaan media besar. Misalnya, 31 persen responden mengaku mengunjungi secara reguler situs web MSNBC dan 23 persen lainnya mengunjungi Yahoo.com.

Temuan penting lainnya dari riset ini adalah bahwa berita online telah menjadi sumber suplemen bagi media berita tradisional, semisal surat kabar atau televisi. Nilai lebih berita online adalah headline dan kenyamanan, bukan pada detail atau reportase yang mendalam.

Itu pula sebabnya, pembaca berita online, meskipun agak menyebar, tidak terlalu dalam. Orang yang mencari berita kemarin secara online menghabiskan waktu menggunakan Internet rata-rata selama 32 menit. Ini waktu yang agak kurang dibanding rata-rata media lain: radio (43 menit), koran (40 menit), dan televisi (53 menit).

Yang menarik dari temuan Pew Research Center adalah pertumbuhan yang signifikan dari pembaca berita yang memperoleh berita via ponsel, komputer genggam, atau pemutar musik portabel seperti iPod. Kelompok paling tinggi yang memakai gadget ini adalah orang muda berusia 18-29 tahun.

Pew Research Center dalam risetnya ini menegaskan masalah besar yang dihadapi industri berita adalah memelihara dan menumbuhkan audiens mereka. Dan yang paling menderita adalah media surat kabar karena banyak audiensnya yang mencari berita ke sumber lain yang gratis, seperti televisi dan Internet.

pew research | pcmag | dody

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan