PlayStation 3 Pertaruhan Sony
Jum'at, 01 September 2006 | 13:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PlayStation 3 telah lama dinantikan kemunculannya. Banyak yang tak sabar dengan penundaan peluncurannya di awal tahun ke Oktober nanti. Apalagi Microsoft telah lebih dulu melempar konsol generasi terakhirnya, Xbox 360.
PS3, menurut Direktur PlayStation Ken Kutaragi, bukan sekadar kotak pemutar game. Ia didesain sebagai perangkat multifungsi. Di samping memuaskan dahaga gamer, ia bisa menyetel film, mengakses Internet, dan mengerjakan hampir semua pekerjaan yang dilakukan oleh PC.
Konsol ini bergantung pada teknologi ambisius dengan microchip rumit, yang berkecepatan teraflop (setara dengan kecepatan superkomputer tercepat beberapa tahun lalu). Mungkin hal itulah yang membuat banyak pihak tercekat dengan tingginya harga PS3, yaitu US$ 600 (sekitar Rp 5,5 juta). Bandingkan saja dengan Xbox 360, yang harganya hanya US$ 400 (Rp 3,5 juta).
Tentu saja soal harga dan penundaan peluncuran PS3 bukan satu-satunya pemicu kekecewaan. Oktober lalu, seorang ahli keamanan teknologi informasi melaporkan beberapa CD Sony BMG mengandung software antibajakan yang mampu menanamkan diri pada sistem operasi komputer dan memata-matai pemiliknya. Ia juga membuat komputer menjadi sangat mudah dirasuki oleh pencuri identitas atau malware perampas kendali komputer.
Software yang dibuat untuk mengatasi masalah di atas justru membuatnya sistem semakin buruk. Akhirnya, jutaan CD ditarik kembali. Para konsumen telanjur marah dan bertekad memboikot semua merek bertulisan "Sony". Belum lagi munculnya kasus baterai laptop Dell dan Apple, yang gampang kepanasan (overheat) dan berisiko terbakar.
Dalam kondisi inilah Sony harus bersaing dengan Microsoft. Padahal kas Sony tak begitu besar: US$ 6 miliar (sekitar Rp 55 triliun). Jumlah itu kalah jauh dengan kas Microsoft yang besarnya US$ 38 miliar (Rp 350 triliun). Proyeksi Goldman Sachs menyebutkan Sony akan kehilangan hampir US$ 2 miliar (Rp 18 triliun) untuk proyek PS3 hingga akhir tahun fiskal, Maret tahun depan.
Kesalahan manajemenkah? Ternyata itu berhubungan dengan budaya Sony. Prinsip mereka adalah bagaimana agar para insinyur dapat mengaplikasikan kemajuan teknologi hingga ke tingkat teratas. Maka dibentuk tim-tim kecil yang harus menuntaskan inovasi besar untuk teknologi generasi terbaru mereka.
Menurut Rishad Tobaccowala, salah seorang pengamat, Sony memang menggantungkan harapan besar kepada konsol generasi terbarunya itu. PS3 adalah pertaruhan Sony. Bagi dia, semua hal tentang Sony hanya pertunjukan sampingan. "Inilah (PS3) pertunjukan utamanya."
WIRED | PS3LAND | BUSINESSWEEK | DARMA
Topik :




Komentar Anda :