Melongok Debutan UMPC

Senin, 11 September 2006 | 12:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari terakhir pameran komputer Indocomtech 2006 kemarin dihadiri banyak orang. Di antara padatnya jumlah pengunjung, sebuah anjungan di blok C cukup menyita perhatian. Anjungan itu memajang peranti ultra mobile personal computer (UMPC), alias komputer personal ukuran mini, dari Amooba.

Ukurannya lebih kecil daripada notebook yang lebar layarnya biasanya 12,1 inci atau 30 sentimeter. Ia memiliki display selebar hanya 7 inci alias 20 sentimeter. Dengan berat sekitar 850 gram, tentu saja ia lebih ringan untuk dijinjing ke mana-mana.

Komputer mini bernama Origami itu adalah salah satu UMPC pertama yang dipamerkan. "UMPC ini yang pertama diluncurkan di Indonesia," ujar Tan Alex, Manajer PT Alcorp, distributor Amooba di Indonesia. Di negara asalnya, produk ini baru diluncurkan sekitar 3 bulan lalu.

Namun, tak hanya Amooba yang meluncurkan UMPC di pameran itu. ECS Elite Group juga memamerkan UMPC-nya dengan judul H7O. Baik ECS maupun Amooba adalah komputer personal (PC) yang berasal dari Taiwan. Kedua perangkat ini menggunakan sistem operasi Windows XP for Tablet PC.

Walau ukurannya lebih kecil, UMPC memiliki kemampuan yang tak dimiliki notebook. Kita bisa menggunakan layar sentuh sensitifnya seperti layaknya papan tulis kecil yang bisa ditulis-hapus dengan pena stylus.
Dalam sebuah rapat, misalnya, kita bisa mencatat hasil rapat atau menggambar tabel, diagram, atau tulisan tangan lainnya.

Hasil itu bisa kita simpan persis seperti tulisan aslinya atau mengkonversinya ke bentuk karakter teks dengan program teks, seperti Windows Journal ataupun Windows One Notes. Bahkan kita bisa merekam suara seseorang dan memutarnya langsung sambil mengetik di program itu untuk melakukan transkripsi rekaman.

Kita dapat menulis pada UMPC dengan tiga cara: menggunakan on screen keyboard, menulis tangan secara langsung, atau menggunakan dial key dengan sentuhan jari. Tapi bila Anda terbiasa mengetik dengan keyboard, jangan khawatir karena tersedia pula papan kunci untuk kedua UMPC tadi.

Origami menggunakan prosesor VIA C7 berkecepatan 1 gigahertz dengan memori SODIMM DDR2 512 megabita dilengkapi hard drive sebesar 60 gigabita. Ia bisa terkoneksi dengan standar Wi-Fi 802.11 b/g, Bluetooth 2.0, dan konektor USB. Desainnya manis dalam pilihan warna putih dan hitam, yang dijual dengan harga Rp 12,5 juta.

Dengan harga itu, Anda mendapat garansi 2 tahun. Anda juga bisa menambah berbagai aksesori, seperti docking cradle (dudukan) dengan I/O port tambahan, seharga sekitar 500 ribu atau pemutar CD-RW/DVD combo eksternal dengan harga sekitar US$ 150, atau sekitar Rp 1,3 juta. Bila ingin terhubung dengan Internet, tinggal mencolok modem CDMA seharga sekitar Rp 800 ribu-1 juta.

Sementara itu, H7O memakai Intel Celeron M berkecepatan 900 megahertz, hard drive dengan memori DDR2 256 megabita, dan hard drive sebesar 30 gigabita. Ia juga terhubung dengan Wi-Fi dan Bluetooth. Kelebihan H7O dibanding Origami adalah pada kamera internal jenis CMOS 1,3 megapiksel sehingga kita bisa melakukan video konferensi. Kekurangannya, ia tak punya slot kartu memori tambahan.

Harga H7O lebih murah, yaitu hanya Rp 9,5 juta, dengan garansi suku cadang setahun dan garansi servis selama 2 tahun. Kedua UMPC ini memiliki ketahanan baterai rata-rata, yaitu sekitar 2-2,5 jam masa pakai dan sekitar 3 jam waktu siaga.

Lifianto, Manajer Divisi PC Mobil ECS Indonesia, optimistis dagangannya bakal laris. Pasalnya, tahun lalu perusahaannya kebanjiran order untuk produk tablet PC dengan kemampuan yang lebih sederhana.

"Kami bisa menjual sampai sekitar 8.000 unit tablet PC," katanya. Hingga akhir tahun, ia mematok target penjualan H7O hingga sekitar 1.000 unit. Optimisme yang sama juga datang dari Tan, Direktur Alcorp. "kami akan jual sebanyak ribuan unit," katanya.

Sah-sah saja mereka memiliki optimisme itu. Pasalnya, di sini mereka selangkah lebih maju daripada Samsung, AsusTek, dan merek-merek yang juga memiliki produk sejenis.

Indra Darmawan

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :