Saatnya 'Tikus' Bicara

Selasa, 12 September 2006 | 13:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ardianto asyik berselancar di dunia maya. Wajahnya tersedot ke layar monitor. "Sreeek... sreeek... sreek!" Telunjuk kanannya melenting-lenting menyeret roda penggulung pada mouse di genggamannya, membawanya menelusuri lapis demi lapis alam maya.

Melalui program pesan instan, dia menyapa Zaki, rekannya yang berada di lain benua. Kemudian mereka berjanji melanjutkan obrolan lewat layanan voice over Internet protocol (VoIP), Skype. Ardianto bergegas mengambil headset, lalu mencolokkannya ke PC-nya, headset itu dipakai, barulah pembicaraan dapat dilanjutkan.

Sekarang Ardianto tak perlu lagi repot-repot memasang headset-nya saat ingin bicara lewat telepon Internet. Bahkan dia tak perlu lagi melepas mouse dari genggamannya karena Sony punya mouse yang juga berfungsi sebagai perangkat telepon VoIP. Namanya VAIO Mouse Talk VN-CX1.

Tetikus ini beratnya hanya 68 gram. Ia dirancang untuk penggunaan pada laptop, tapi bisa dipasang pada komputer meja berkoneksi USB. Saat merangkak di bantalan mouse, Mouse Talk yang beresolusi 800 dot per inci (dpi) ini bisa dua kali lebih akurat bila dibandingkan dengan mouse standar.

Ketika ada panggilan telepon masuk, lampu LED (light emitting diode) berwarna biru akan menyala. Tapi kita juga bisa memasang nada dering telepon pada Mouse Talk. Untuk menjawab panggilan telepon, tinggal buka gagang Mouse Talk, sama seperti saat kita membuka lipatan handset ponsel model cangkang kerang (clamshell).

Saat menjadi gagang telepon, roda scrolling Mouse Talk berfungsi menjadi pengatur suara atau pemilih nomor telepon yang akan dihubungi.

Pembicaraan murah lewat VoIP tentu bakal berlangsung lama. Nah, kalau tangan Anda pegal, tinggal buka sudut gagang sebesar 50 derajat, letakkan di meja, dan Anda bisa mengaturnya menjadi hands free, dengan fitur ponsel berpengeras suara.

Mouse Talk juga dilengkapi dengan fungsi penghilang gema (echo cancellation), agar lebih jernih saat berbicara. Ternyata, "tikus" Sony ini memang tak sekadar bisa melantai di bantalan, tapi juga bisa bicara.

SONY | NETWORKWORLD | DARMA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :