Kompi Pahlawan

Jum'at, 15 September 2006 | 15:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ini episode lain dari babak penyerangan Sekutu terhadap Jerman di Pantai Omaha, Normandia, 6 Juni 1944. Tapi ini bukan cerita kompi Kapten John Miller, tokoh yang diperankan Tom Hanks, yang bertugas mencari prajurit James Francis Ryan dalam Saving Private Ryan arahan Steven Spielberg. Ini kisah pasukan Sekutu yang dijuluki Kompi Able dan Andalah yang memerankan komandannya dalam game baru Company of Heroes.

Memang setting dan jiwa cerita Company of Heroes terinspirasi dari film peraih empat Oscar di Academy Award 1998 itu. Misalnya memotret sisi kebrutalan perang dan sisi kemanusiaan prajurit perang. Bedanya, game ini lebih banyak grafisnya.

Game Company of Heroes diluncurkan di Amerika Serikat hari ini, setelah lebih dari setahun ditunggu sejak diperkenalkan pada April 2005. Dikembangkan oleh perusahaan Kanada, Relic Entertainment, dan dipublikasikan oleh perusahaan Amerika, THQ Inc., Company of Heroes merupakan permainan untuk komputer bersistem operasi Windows yang bergenre real time strategy (RTS).

Permainan ini tentang pertempuran di garis depan sehingga Anda dipaksa secara cepat mengeksplorasi peta. Biasanya, Anda harus mulai dari sebuah markas komandan dan satu tim insinyur yang mampu membangun struktur serta menyiapkan benteng.

Peta-peta dibagi dalam wilayah yang semuanya memiliki sebuah titik sumber daya. Anda akan selalu membutuhkan sumber daya: pasukan infanteri, amunisi, dan bahan bakar.

Game ini tetap menjaga kecenderungan dari game RTS buatan Relic Entertainment. Misalnya, dalam model sumber daya, game ini sangat mirip dengan game terdahulu, seperti Warhammer 40,000: Dawn of War, yang memungkinkan pemain memegang kendali di beberapa titik pada peta.

Yang paling dipuji dari Company of Heroes adalah grafisnya. Hal itu tak aneh karena inilah game Relic pertama yang memakai mesin (program komputer) generasi terbaru yang disebut Essence Engine. Mesin itu dirancang khusus untuk menghasilkan semua efek grafis generasi mendatang, termasuk pencahayaan high dynamic range, pencahayaan dan bayangan dinamis, advanced shader effect, dan normal mapping.

"Kami memiliki setiap efek grafis canggih yang Anda harapkan dari sebuah game, seperti Half-Life 2," kata produsen Company of Heroes, John Johnson. Essence Engine memungkinkan game ini di-render dalam tiga dimensi (3D) sepenuhnya, seperti detail pasukan infanteri, kendaraan perang, dan struktur bangunan, tanpa membutuhkan konfigurasi komputer yang tinggi.

Company of Heroes juga memakai mesin Havok 3 Physics Engine yang memungkinkan game menampilkan secara akurat fisik setiap obyek. Program ini juga membuat asap, debu, dan reruntuhan dari bangunan yang terlihat dan bergerak sangat realistis.

Game ini juga bisa dimainkan oleh pemain hingga delapan orang via jaringan area lokal atau Internet. Modus banyak pemain ini difokuskan pada kerja sama tim dengan membagi sumber daya dan wilayah. Khusus untuk Company of Heroes, Relic membuat sistem permainan online baru yang dinamai Relic Online. Sebelumnya, untuk permainan secara online, Relic memakai layanan berbiaya dari GameSpy Arcade atau WON (World Opponent Network).

Jadi, mau memimpin Kompi Pahlawan ini? Siap!

l GAMESPOT | GAMESPY | GAMERANKINGS | WIKIPEDIA | DODY HIDAYAT






Komentar Anda

Kirim