Menilik Zune Lebih Zoom
Senin, 18 September 2006 | 13:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Akhirnya, pekan lalu, Microsoft menyingkap kabut misteri tentang Zune kepada publik. Raksasa software dari Washington itu mengumumkan beberapa hal tentang perangkat barunya, yang bakal menjadi pesaing iPod, pemutar musik dan video digital buatan Apple Computer.
Menurut Microsoft, Zune akan diluncurkan bersama layanan serta produk pendukungnya sebelum akhir tahun, menjelang liburan Natal. Zune memiliki desain yang tak jauh beda dengan iPod: dengan layar di atas dan roda navigasi di bawahnya.
Zune akan hadir dalam tiga warna pilihan, yaitu hitam, cokelat, dan putih. Lebar Zune sama persis dengan lebar iPod, tapi ia sedikit lebih panjang daripada iPod. Hal itu disebabkan oleh layar Zune yang lebih besar daripada layar iPod, yaitu 3 inci atau 7,6 sentimeter.
Sama seperti iPod, layar Zune memiliki rasio panjang dan lebar sebesar 4 : 3. Bedanya, ukuran itu memanjang ke bawah. Walaupun demikian, baik iPod maupun Zune sama-sama memiliki resolusi sebesar 320 x 240 piksel.
Zune memiliki memori hard disk drive berkapasitas 30 gigabita. Seperti iPod, Zune adalah pemutar lagu dan video digital. Namun, layanan video (film dan acara televisi) baru akan muncul belakangan. Kelebihan Zune dibanding iPod, ia dilengkapi dengan pemutar radio FM dan teknologi nirkabel standar IEEE 802.11.
Maka nantinya Zune bisa dipakai untuk saling berbagi dan mentransfer file musik, video, atau foto antarpemilik Zune. File yang dibagikan ke pengguna lain akan bisa diputar selama tiga hari atau tiga kali pemakaian, lalu hilang secara otomatis.
Hal ini yang menjadi kekuatan Zune. Pasalnya, interaktivitas dan kecenderungan saling berbagi seakan sudah menjadi kebutuhan selama ini. Hal itu pula yang menjadikan situs-situs, seperti MySpace, Flickr, dan FaceBook, sukses mendulang pelanggan.
"Orang menyukai kehidupan sosial mereka," kata Wakil Presiden Microsoft J. Allard. Menurut dia, Zune merupakan sebuah upaya untuk membawa pemutar digital iPod ke level berikutnya ketika "terkoneksi" adalah segalanya.
Untuk mendukung Zune, sebuah situs semacam iTunes telah disiapkan. Namanya: Zune Marketplace. Di sini, para pengguna akan bisa memilih lagu atau bisa mendaftar layanan langganan untuk mengunduh berbagai unduhan dalam jumlah tertentu, dengan penerapan ongkos yang rata (satu harga) untuk semua lagu yang pada perangkat Zune.
Zune Marketplace memiliki tampilan desain yang segar, mirip dengan desain perangkat Zune itu sendiri. Situs itu dibingkai dengan batas warna hitam keabuabuan dan dilengkapi fungsi pemutar, seperti tombol playback pada bagian bawah perangkat Zune.
Michael Gartenberg, analis dari Jupiter Research, mengatakan, walau Zune memiliki fitur-fitur yang tak dimiliki iPod, ia belum akan mengancam posisi iPod. "Zune bukan pembunuh iPod. Untuk jangka pendek, Zune tidak akan menarik pangsa pasar iPod, melainkan pangsa merek lainnya."
Namun, Microsoft telah menyatakan komitmennya untuk Zune. Jutaan dolar Amerika Serikat bakal digelontorkan untuk mendukung Zune. Walau tidak dalam waktu yang singkat, Zune diharapkan dapat merampas dominasi iPod yang menguasai 70 persen pangsa pasar musik digital. "Revolusi hiburan musik digital baru saja dimulai," ucap Allard.
bbc | gizmodo | seattletimes | indra darmawan





