Penjaga Pintu Flash Drive

Rabu, 20 September 2006 | 12:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebagai pengganti disket yang kuno dan terbatas, flash drive USB merupakan salah satu dari sedikit area dari teknologi informasi yang memiliki selera humor. Betapa tidak, flash drive memiliki baju yang beragam, mulai kamera mata-mata, pena eksekutif, arloji, boneka bebek, hingga piringan spaghetti dan sushi.

Daya muatnya pun makin besar dengan kecepatan pertambahan melampaui Hukum Moore: berlipat dua setiap tahun (bukan setiap 18 bulan). Akhir tahun ini akan ada flash drive berkapasitas 16 gigabita, dan pada 2008 ada yang berkapasitas 32 gigabita. Menurut lembaga riset Gartner Inc., tahun ini lebih dari 110 juta flash drive dikapalkan ke seluruh dunia dengan nilai penjualan mencapai US$ 3 juta. Pada 2008, jumlah yang dikapalkan per tahunnya akan mencapai 155 juta unit.

Namun, satu hal yang menjadi kekhawatiran para manajer teknologi informasi di perusahaan-perusahaan adalah flash drive potensial digunakan untuk mengambil data penting perusahaan dengan mudah. Tak mengherankan kalau banyak perusahaan melarang pemakaian flash drive. Bahkan metode brutal pun dipakai, misalnya mencopot atau mengelem semua port USB yang ada di setiap komputer yang terkait dengan jaringan.

Tindakan itu tentu memiliki efek samping, misalnya banyak peralatan eksternal yang berkoneksi dengan USB tak bisa difungsikan. Lagi pula ada kalanya pengguna dengan mobilitas tinggi membutuhkan pemindahan data dari dan ke jaringan. Sebenarnya ada solusi untuk tetap memakai flash drive tapi dijamin perusahaan tidak akan kebobolan. Salah satu solusi itu adalah peranti lunak DeviceWall versi 4.5 dari Centennial Software.

Pada dasarnya, DeviceWall merupakan pengaudit akses terhadap file. Ia akan secara otomatis mencatat semua data yang dipindahkan antara peralatan portabel dan jaringan perusahaan. Administrator sistem akan memiliki sebuah rekam sejarah pergerakan file yang dapat dipakai untuk penyelidikan insiden di masa depan.

"Dengan DeviceWall, Anda dapat menghentikan koneksi yang tak dikehendaki, sama efektifnya dengan cara ekstrem pengeleman port USB," ujar Andy Burton, CEO Centennial Software. "Tapi DeviceWall juga bisa membedakan antara pengguna yang memiliki otoritas dan peralatan yang tak dikehendaki," Andy menambahkan. Administrator sistem dapat mengubah otoritas pengguna secara real time dan memberikan waktu pengaksesan yang ditentukan.

DeviceWall pertama diperkenalkan pada April 2005. Pada versi mutakhir ini, hasil pencatatan akses file disimpan dalam rekaman yang dapat dipanggil dan di-review. "Nantinya, DeviceWall berencana menciptakan sebuah alarm, sehingga administrator sistem dapat diberi tahu secara otomatis jika ada aksi ilegal terhadap file tertentu," kata Brian McCarthy, vice president marketing perusahaan yang berkantor pusat di Swindon, Inggris, itu.

DeviceWall versi 4.5 menetapkan biaya lisensi penggunaan US$ 28 (sekitar Rp 255 ribu) per pengguna. Biaya akan diturunkan menjadi US$ 19 jika membeli untuk 1.000 pengguna.

computerworld | centennial software | it manager's journal | businesswire | dody hidayat






Komentar Anda

Kirim