Yang Palsu di Situs Gaul

Kamis, 28 September 2006 | 14:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:"Vista Beta 2 saat ini tersedia untuk publik. Unduh hari ini juga!" Anjuran itu, tak lain tak bukan, datang dari orang paling kaya sedunia, William Gates III, lewat halaman pribadinya di situs gaul MySpace.

Anjuran si empunya Microsoft, yang dikenal dengan nama Bill Gates, itu memang sudah rada usang. Pasalnya pesan itu ia buat pada awal Agustus, yakni versi sementara Windows Vista terbaru, Release Candidate 1, belum muncul.

Tapi benarkah itu akun yang benar-benar dibuat oleh Bill Gates? Dilihat dari data pribadinya, memang cocok. Riwayat hidup yang ia tulis juga cukup detail. Tapi itu bukan satu-satunya halaman profil dari Bill Gates di MySpace. Ternyata, setidaknya ada 30 profil Gates yang berbeda di MySpace.

Di MySpace juga bisa dijumpai setidaknya empat profil berbeda dari orang nomor satu Apple Computer, Steve Jobs. Selain itu, ada juga profil orang-orang terkenal lain seperti orang kedua terkaya Warren Buffet, pengusaha real estate Donald Trump, Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice, bahkan Presiden Amerika Serikat George W. Bush.

Tak jelas apakah di antara profil-profil itu ada yang resmi. Tapi yang jelas, lebih banyak palsunya. Di Indonesia, fenomena itu juga terjadi pada situs gaul Friendster.

Di sini bisa kita jumpai profil-profil palsu mulai dari pengamat teknologi informasi Roy Suryo, Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata, mantan presiden Soeharto, juga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan belakangan pihak Istana sempat meminta pengelola membekukan profil palsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Friendster.

Mudahnya membuat halaman profil di situs gaul (hanya butuh pendaftaran beberapa menit saja) memang membuat orang-orang terkenal menjadi sasaran empuk pemalsuan. Kebanyakan itu dilakukan hanya untuk lucu-lucuan. Tapi hal itu bisa berpotensi menjadi media menjelek-jelekkan seseorang.

Menurut psikolog Robert Butterworth, seseorang melakukan pemalsuan profil bisa jadi hanya karena bisa melakukannya. Yang lain, melakukannya untuk memuaskan cita-cita yang tak kesampaian. Tapi sering juga, "Hal itu malah menjadi saluran untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap profil orang yang ia palsukan."

Menurut Hemanshu Nigam, chief security officer MySpace, situsnya menerima komplain dari korban pemalsuan profil dan akan segera mengenyahkannya jika diminta. Tapi tanpa permintaan pengadilan, MySpace tak akan memberi tahu identitas pembuat profil palsu itu.

Tetap saja profil-profil palsu terus bermunculan. Bahkan, CEO News Corp Rupert Murdoch, pemilik MySpace sejak musim panas lalu, juga tak kebal dari profil palsu. Padahal Murdoch yang membeli MySpace seharga US$ 580 juta (Rp 5,3 triliun) tak pernah punya profil resmi di situs miliknya itu.

Lusinan profil palsu Murdoch mejeng di sana. Salah satunya menyebut motifnya membeli MySpace. "Saya baru membeli MySpace.com, dalam waktu dekat saya akan kuasai semua yang ada di Internet. Saya akan menjadi orang terkuat di dunia."

USA Today | Friendster | MySpace | Darma

Komentar Anda (1) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Situs gaul palsu

    ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

    -- Ahmad riady, Jakarta, 26/08/2008 09:03:03 wib

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :