Bebas Terbuka di Niagara
Rabu, 04 Oktober 2006 | 13:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejak diluncurkan pada Desember 2005, prosesor (cip) baru buatan Suns Microsystems Inc., UltraSparc T1 atau dijuluki Niagara, berhasil membuat debut besar. Setidaknya itu menurut klaim Sun dalam laporannya yang muncul awal bulan ini, bahwa 60 persen dari total unit percobaan Niagara telah dipesan oleh konsumen baru.
Niagara adalah produk sumber terbuka (open source) Sun yang ditawarkan melalui program OpenSparc. Setelah meluncurkan Niagara, pada Maret 2006, Sun mempublikasikan kode rancangan cip itu yang dikenal dengan sebutan Register Transfer Language (RTL). Menurut Sun, sejak dirilis, RTL telah diunduh 3.500 kali. Dari jumlah itu, 2.600 penguduhan bertujuan untuk merancang aplikasi yang bisa berjalan pada cip tersebut.
Niagara, yang pertama diperkenalkan pada 14 November 2005, merupakan sebuah cip yang memadukan multicore dan multithread. Pada satu kemasan cip Niagara terdapat delapan inti (core), yang mampu melakukan 32 thread secara simultan. Thread adalah cara dari sebuah program komputer untuk membagi dirinya menjadi dua atau lebih tugas yang berjalan secara simultan.
"Ini adalah terobosan dalam pasar. Dengan delapan inti dan 32 thread, itu hampir empat hingga lima kali lipat kinerja dari cip lain yang ada di pasar saat ini," ujar Fadi Azhari, Director Marketing and Business Development Sun OpenSparc Program.
Lebih dari itu, cip ini sangat hemat dalam mengkonsumsi energi, yakni 72 watt (standar dari prosesor biasa). Konsumsi listrik puncaknya hanya 79 watt. Bandingkan dengan cip Xeon dari Intel, yang mengkonsumsi listrik 110-165 watt.
Hasil benchmark menunjukkan bahwa Niagara bekerja baik pada aplikasi komersial (integer) seperti untuk server aplikasi Java, aplikasi Enterprise Resource Planning, dan server web. Pengujian kinerja itu membuktikan bahwa setiap inti dari Niagara lebih bertenaga ketimbang UltraSparc III inti tunggal dan thread tunggal.
Salah satu kelemahan Niagara: satu unit floating point (bagian dari sistem komputer) dibagi untuk delapan inti sehingga tidak cocok untuk mengerjakan aplikasi yang kaya dengan perhitungan mathematic floating point.
Dengan banyaknya konsumen baru terjun ke Niagara, Sun berharap pendapatan dari servernya meningkat. Riset dari firma riset pasar IDC untuk triwulan kedua ini menunjukkan pendapatan Sun dari penjualan server naik 15,5 persen (US$ 1,6 miliar) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pemimpin pasar, IBM Corp., pendapatan servernya menurun 2,2 persen, dan peringkat kedua, Hewlett-Packard, mengalami penurunan 1,7 persen.
COMPUTERWORLD | SUN MICROSYSTEMS | WIKIPEDIA | CNET | DODY HIDAYAT




Komentar Anda :