Kamera Satu Piksel

Kamis, 05 Oktober 2006 | 12:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sudah terpatri di benak kita, semakin besar jumlah piksel, semakin tinggi kualitas gambar yang dihasilkan oleh sebuah kamera digital. Namun, sekelompok peneliti asal Rice University di Houston, Amerika Serikat, malah sedang mengembangkan kamera satu piksel.

Kamera ini hanya menggunakan satu piksel dari hanya sebuah sensor cahaya. Padahal biasanya kamera digital konvensional menggunakan sebuah matriks yang mengandung jutaan sensor cahaya. Ia merekam gambar sebagai kumpulan dari titik-titik yang dinamai piksel (elemen gambar).

Artinya, begitu banyak bit data yang harus disimpan untuk sebuah gambar yang dipotret. Karena itu, digunakan algoritma pengkompresan untuk menciutkan ukuran file gambar.

"Kompresi itu berarti menguras baterai," ujar Richard Baraniuk. Nah, penggunaan satu piksel sensor digital diharapkan bisa menghemat pemakaian energi dan mengirit ruang tanpa mengorbankan kualitas gambar.

Perkembangan di bidang matematika dalam dua tahun belakangan memungkinkan kamera hanya memindai pecahan piksel dari pemandangan keseluruhan--sebut saja 3-4 persen dari total jutaan piksel. Algoritma baru mendapatkan data itu dan melakukan peramalan (extrapolate) seperti apa foto asli yang akan terlihat. Jadi langkah pengkompresan dihilangkan dan mengurangi detektor cahaya yang dibutuhkan.

Jadi, misalnya kita hendak merekam gambar berukuran megapiksel, kita hanya membutuhkan ribuan detektor. Bagi kamera, itu bisa menghemat dimensinya karena membutuhkan lebih sedikit detektor daripada sebelumnya.

Tak hanya sampai di situ, Richard Baraniuk dan koleganya, insinyur listrik Kevin Kelly, menyederhanakannya lagi menjadi hanya menggunakan satu detektor piksel. Dengan satu sensor itulah kamera memindai secara cepat data dari jutaan piksel. Rencananya, mereka akan memamerkan hasil penelitian mereka pada pertemuan tahunan Optical Society of America di Rochester, New York, pada 11 Oktober nanti.

Selain mengirit tenaga, menurut para periset, kamera satu piksel mereka bisa menangkap berbagai jenis cahaya yang berbeda. Tak hanya cahaya tampak, tapi juga inframerah dan ultraviolet. "Jadi Anda bisa menggunakannya pada malam hari," kata Baraniuk.

Diharapkan, riset akan difokuskan untuk meningkatkan kecepatan sensor kamera dalam merekam data, untuk menangkap lebih banyak piksel, dan untuk memperoleh gambar dengan resolusi yang lebih tinggi. Saat ini kamera itu dapat memotret piksel tunggal dalam beberapa milidetik, yang dapat diekstrapolasi menjadi sebuah gambar berukuran 128 x 128 piksel.

Menurut Kelly, mereka berharap bisa meningkatkan kemampuan kamera hingga ribuan kali dari kemampuan sekarang. Desain itu pun bakal dikembangkan untuk sinar yang makin tak biasa, semisal siar-X atau radiasi terahertz.

LIVESCIENCE | SCIENCEBLOG | DARMA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: