Belanja Online dan Alkohol
Selasa, 10 Oktober 2006 | 12:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ahli kesehatan merekomendasikan laki-laki dewasa boleh meminum minuman berkadar alkohol tinggi tak lebih dari 21 unit per minggu, sedangkan perempuan maksimal 14 unit per minggu. Satu unit itu setara dengan setengah pint--sekitar 240 mililiter bir atau cider; segelas kecil anggur; atau satu sloki minuman keras (wiski, vodka, rum, atau gin).
Namun, individu tertentu sama sekali tak boleh menenggak minuman beralkohol, di antaranya adalah orang yang berencana mengendarai kendaraan. Ini juga terlarang bagi mereka yang akan melakukan aktivitas yang membutuhkan kesiapsiagaan dan keahlian.
Daftar aktivitas yang tidak memperbolehkan pelakunya meminum minuman beralkohol itu akan bertambah dengan masuknya belanja online.
Artikel di New York Times pada akhir pekan lalu merangkum pengalaman beberapa orang yang melakukan kesalahan saat bertransaksi via Internet setelah mereka meneguk satu hingga beberapa gelas minuman beralkohol.
Stephen Kenny misalnya, mengaku menulis angka yang 10 kali lebih tinggi dari harga sebuah perhiasan yang dibelinya di situs web. Pada malam hari sepulang kerja, pria yang bekerja di firma hukum kekayaan intelektual di Burlington, Vermont, itu meminum satu hingga tiga gelas martini. Dia baru ingat kalau pacarnya berulang tahun hingga dia ingin membelikan hadiah.
"Saya masuk ke toko perhiasan mewah online dan membeli sepasang anting-anting seharga US$ 1.500. Mungkin penglihatan saya saat itu sedang kabur atau saya salah menulis titik desimal, yang pasti mereka membukukan transaksi US$ 15.000," Kenny menjelaskan.
Kenny baru menyadari apa yang terjadi pada keesokan harinya. Untungnya, dia bisa membatalkan transaksi tersebut. Apa yang dilakukan oleh Kenny malam itu dijuluki sebagai "mengklik di bawah pengaruh" atau sip and click.
Pengakuan serupa diungkapkan Kate Hanley, pencipta situs web MsMindBody.com. Pada musim gugur lalu, Hanley kepincut sepasang sepatu bot Cole Haan yang dilelang di situs web eBay. Celakanya, dia tak bisa meneruskan lelang karena harus menghadiri pesta. Tapi ini bisa diakalinya setelah menemui pengundang dan meminum segelas sampanye. Hanley masuk lagi ke situs tersebut di komputer terdekat yang bisa dia akses. "Pembelian itu pun terjadi dalam waktu tak lebih dari dua menit," ujar dia.
Hanley memang tak membuat kesalahan seperti Kenny, tapi dia menyadari ternyata satu gelas saja minuman beralkohol bisa menjadi rintangan bagi Anda untuk membeli barang.
Lain lagi pengalaman Lyndsey Gunn, pegawai pemerintah di Washington. Dia secara spontan membeli tiket pesawat secara online setelah bertemu dengan temannya di acara pesta koktail. Tiket itu tujuan kota domisili temannya tersebut. "Setelah pertemuan itu kami saling menelepon. Dia mengatakan, 'Saya berharap kita bisa merayakan tahun baru bersama.' Jadi saya langsung login dan membeli tiket pesawat," kata Gunn.
Isu tentang sip and click ini makin mengemuka ketika akses Internet pita lebar di Amerika Serikat kian populer. Riset Pew Internet and American Life Project menemukan, hingga Maret 2006, 42 persen warga Amerika memiliki akses Internet pita lebar di rumah mereka. Adanya toko online yang buka 24 jam itu memudahkan orang memenuhi keperluannya kapan saja dan dari mana saja.
Namun, orang seperti Kenny punya trik agar tak masuk lubang untuk kedua kalinya. "Saya menyetel kata kunci yang rumit, gabungan angka dan huruf. Bahkan saya berharap tidak bisa menyalakan komputer saya ketika sedang mabuk," ujarnya.
NEW YORK TIMES | REAL TECH NEWS | THE SITEORG | 4THERAPY.COM | WIKIPEDIA | DODY HIDAYAT




Komentar Anda :