Google Luncurkan Portal Sastra

Selasa, 10 Oktober 2006 | 12:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pekan lalu, mesin pencari Google meluncurkan sebuah portal yang didedikasikan untuk dunia sastra. Melalui situs itu, Google akan mempromosikan semua bentuk karya sastra yang tersebar di berbagai media, termasuk buku, artikel, video, peta, blog, ataupun forum online, yang berkaitan dengan sastra.

Sumber informasi portal ini berasal dari penerbit, komunitas profesional, universitas, dan organisasi sastra. Melalui situs ini para pengguna Google juga bisa mengetahui alamat organisasi sastra di seluruh dunia.

Langkah itu masih berkaitan dengan ekspansi Google di dunia sastra, yaitu fitur mesin pencari buku Google, Book Search. Proyek ini merupakan kerja sama Google dengan kampanye sastra Frankfurt Book Fair dan UNESCO Institute for Lifelong Learning.

Jessica Powell, Manajer Komunikasi Korporat Google, mengatakan tujuan Google adalah mengorganisasi informasi dunia dan menjadikannya bisa diakses oleh setiap orang. "Kami pikir Internet punya peran yang sangat penting dalam hal akses informasi, terutama dalam bidang sastra," ungkap Powell.

Proyek ini juga bertujuan mengurangi tingkat buta huruf di seluruh dunia. Salah satu proyek yang akan dilaksanakan adalah kerja sama dengan produser film India untuk menayangkan program edukasi latihan membaca selama 30 menit seminggu kepada 200 juta penduduk di India yang belum lancar membaca.

Menurut Karin Plötz dari Frankfurt Book Fair, permasalahan buta huruf, yang merupakan masalah global, membutuhkan solusi yang global. "Kami percaya bahwa kerja sama dan berbagi pengalaman adalah kunci untuk melawan buta huruf."

Langkah Google ini mendapat dukungan positif dari kalangan penerbitan. Penguin dan HarperCollins contohnya. Beberapa perpustakaan, termasuk Universitas Oxford, juga telah membolehkan Google memindai buku mereka untuk ditampilkan.

Melalui Book Search, Google memang memungkinkan pengguna Internet untuk mengunduh buku yang bukan subyek dari hak cipta. Sedangkan untuk buku yang merupakan subyek hak cipta, Google hanya memberikan cuplikan informasi terbatas tentang buku itu.

Namun, langkah Google bukannya tanpa kritik. Beberapa orang mengatakan Google melakukan pelanggaran hak cipta dengan mendigitalkan karya-karya orang tanpa izin dari pemegang hak cipta. Baru-baru ini penulis buku Guild of America, asosiasi penerbit buku di Amerika Serikat, dan salah satu perusahaan penerbit, La Martiniere, menuntut Google berkaitan dengan masalah hak cipta.

Google sendiri mengklaim memberikan cuplikan kecil dari teks karya bukan merupakan pelanggaran hak cipta.

BBC | ITWIRE | DARMA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :