Ponsel Mati Bila Jauh dari Pemiliknya
Senin, 16 Oktober 2006 | 12:47 WIB
TEMPO Interaktif, Tokyo:Operator telepon seluler terkemuka Jepang, NTT DoComo, meluncurkan ponsel antimaling. Ponsel ini otomatis mati bila terpisah dari pemiliknya terlalu lama.
Perusahaan itu mengumumkan detail handset P903i yang baru ini pekan lalu. Ponsel itu sengaja dirancang untuk menghalangi penggunaan tanpa izin jika telepon itu dicopet atau hilang.
Handset buatan Panasonic itu akan dijual bersama satu paket kartu pengenal nirkabel. Kartu itu dapat disimpan di dompet atau tas tangan.
Ponsel akan mendeteksi kartu itu bila pemiliknya bergerak lebih dari beberapa meter. "Begitu pengiriman sinyal antara kedua obyek itu berhenti, karena mereka terpisah terlalu jauh, telepon otomatis akan terblokir," kata juru bicara Panasonic.
Telepon itu juga dilengkapi sebuah pembaca sidik jari dan kemampuan identifikasi cetak suara. "Konsepnya sudah pasti suara," kata Ollie Whitehouse, pakar sekuriti nirkabel Symantec Amerika Serikat di Inggris. "Ini sangat tepat karena banyak konsumen yang tidak menyukai password dan semacamnya."
Whitehouse menyatakan jaringan nirkabel Bluetooth yang ada di ponsel sebenarnya bisa dipakai. Selama ini Bluetooth dapat digunakan untuk mengecek apakah ponsel berada dalam jangkauan peralatan elektronik lain, seperti laptop.
Dia menambahkan masih ada kemungkinan untuk menjebol sistem proteksi antimaling P903i dengan mengutak-atik identitas kartu pintar itu. Salah satunya dengan mencoba berbagai kode ID potensial dalam rangkaian secara acak. Cara yang sama sering kali dipakai untuk meniru kunci mobil nirkabel.
"Ponsel ini akan berada jauh dari kemampuan rata-rata pencopet," kata Whitehouse. "Namun, ini akan menarik minat komunitas teknisi sebagai sebuah tantangan."
Perusahaan NTT DoCoMo juga mengumumkan satu layanan terbarunya. Fasilitas ini memungkinkan penggunanya mencari lokasi handset yang hilang lewat navigasi satelit. Ponsel yang dilengkapi penerima satelit yang mampu menunjukkan dengan tepat koordinatnya dan ditransmisikan kembali ke pemiliknya.
Ironisnya, pencurian telepon sebenarnya jarang terjadi di Jepang. Bahkan telepon yang ketinggalan sering kali diserahkan ke kantor polisi. Beberapa pengguna juga telah mengunci ponselnya dengan kode pin.
NEWSCIENTIST | TJANDRA




Komentar Anda :