Pantau Kiriman Via SMS

Rabu, 01 November 2006 | 12:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ken Indra Suryadi, 30 tahun, pernah merasakan pahitnya pelayanan dari perusahaan jasa ekspedisi. Betapa tidak, sudah dua bulan ini dia terpaksa membayar denda karena terlambat membayar tagihan tiga kartu kredit emasnya.

"Masalahnya, lembar tagihan kartu kredit saya datangnya selalu lewat dari tanggal jatuh tempo," papar ayah satu putra ini. Dia pernah mengajukan komplain ke bank penerbit kartu kredit dan mendapat jawaban, "Rumah selalu kosong."

Untuk menghindari masalah seperti yang dialami Indra, banyak perusahaan jasa pengiriman kini memberikan fasilitas pengecekan langsung status barang kiriman. Pelanggan bisa mengecek di situs web yang disediakan perusahaan. Tapi fasilitas ini membutuhkan peran aktif pelanggan.

Bagaimana dengan pelanggan yang tak aktif atau sulit mengakses Internet? Syukurlah, ada teknologi lain, yakni pemberitahuan status barang kiriman via pesan pendek (SMS) langsung ke ponsel pelanggan. Pemberitahuan itu bisa berupa teks (SMS) atau gambar (multi message service).

Metode ini untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Grup Caraka, yang terdiri atas Caraka Logistics and Distribution (domestik) dan City Courier (dalam kota) pada pertengahan September lalu. Layanan ini dinamai Caraka Image Tracking alias C-IT (dibaca "si-it").

Dengan metode C-IT, pelanggan tak perlu bingung dan bertanya-tanya apakah kiriman mereka sudah sampai. Sebab, jasa ini akan memudahkan proses pemantauan sepanjang jalur distribusi, terutama pada saat barang diterima.

Berbasis teknologi sederhana dengan bantuan software khusus dan ponsel Nokia 6670 yang berbasis Symbian, armada kurir Grup Caraka diharuskan mengambil gambar si penerima barang.

Setelah memotret, foto dikirim sebagai pesan pendek ke ponsel pengirim barang. Pesan pendek ini pun lengkap dengan informasi tanggal, nama penerima, serta dokumentasi foto penerima.

"Bukti pengiriman berupa SMS dan foto ini akan memberi keyakinan kepada pengirim," kata Direktur PT Mitrapiranti Usaha (Caraka City Courier) Rocky Pesik.

Beberapa perusahaan jasa kurir memang telah menerapkan sistem lacak dengan cara kerja yang hampir sama. Namun, armada mereka biasanya menggunakan semacam komputer saku yang dilengkapi pemindai bar code untuk mengeluarkan tanda terima yang harus ditandatangani. Satu unit peranti keras ini harganya US$ 1.000-2.000.

Selain mahal, kelemahan dari sistem lacak ini adalah tidak bisa diproses saat itu juga (real time). Soalnya, armada kurir harus kembali ke kantor untuk menyerahkan tanda terima sekaligus bar code tadi, kemudian diolah secara manual, hingga akhirnya pelanggan bisa mengeceknya di situs web.

"Beda waktu, juga beda biaya," kata Direktur PT Caraka Yasa (Caraka Logistics & Distribution) Wahyu Tunggono. Bandingkan dengan C-IT. Untuk satu pesan pendek teks, Grup Caraka memilih provider XL yang mengganjar biaya Rp 300 per pesan pendek.

Namun, menurut Wahyu, saat ini Grup Caraka baru bisa memberikan layanan pesan pendek teks. Sedangkan layanan bergambar (MMS) baru beroperasi awal tahun depan. "Tidak ada tambahan biaya yang dibebankan kepada pelanggan," ujar Wahyu menegaskan.

Selain pesan otomatis terkirim ke pelanggan, data pengiriman masuk ke pangkalan data kantor pusat yang langsung diunggah (di-upload) ke situs web. Jadi pelanggan juga dapat mengecek proses jalannya barang kiriman sekaligus melihat foto si penerima.

Untuk dapat mengakses situs web, pelanggan harus memiliki username dan password yang diberikan ketika memasukkan barang kiriman ke Caraka Group. "Dengan teknologi C-IT, barang penting macam proposal atau surat penawaran pun bisa dikirim cepat dan terbukti sampai," kata Wahyu.

DA Candraningrum






Komentar Anda

Kirim