Baterai Ponsel Mengecas Sendiri
Senin, 20 November 2006 | 12:38 WIB
Hampir semua orang pernah mengalami terbangun di tengah malam karena mendengar suara berisik dari telepon seluler yang kehabisan baterai. Tapi dari pengalaman itulah ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Marin Soljacic, terinspirasi membuat bagaimana baterai ponsel bisa mengecas ulang sendiri.
Profesor asisten di Department of Physics and Research Laboratory of Electronics pada MIT itu bersama dua koleganya, Aristeidis Karalis dan John Joannopoulos, melakukan riset untuk menemukan cara mengecas baterai peralatan elektronik secara nirkabel. Ya, mereka ingin mengisi ulang baterai dari beragam peranti elektronik semudah dan senyaman berinternet secara nirkabel.
Soljacic memulai penelitiannya berdasarkan prinsip fisika untuk mentransfer energi. Para saintis dan insinyur sudah hampir dua abad mengetahui bahwa untuk memindahkan tenaga listrik tidak membutuhkan kabel. Contohnya adalah motor listrik dan trafo yang mengandung kumparan yang mengirimkan energi dari satu ke lainnya melalui fenomena yang disebut induksi elektromagnetik, yang ditemukan oleh Michael Faraday pada 1831.
Kemudian saintis menemukan radiasi elektromagnetik dalam bentuk gelombang radio. Tapi memindahkan energi dari satu titik ke titik yang lain melalui radiasi elektromagnetik asli adalah sangat tidak efisien. Sebab, gelombang-gelombang cenderung menyebar ke segala arah. Akibatnya, sangat banyak energi yang hilang ke lingkungan.
Soljacic berpikir metode induksi jarak pendek, seperti yang terjadi di dalam trafo, memiliki potensi untuk memindahkan energi dalam jarak yang lebih jauh, misalnya dari kamar satu ke kamar yang lain. Daripada memenuhi lingkungan dengan gelombang elektromagnetik, Soljacic lebih memilih memakai sebuah pemancar tenaga yang akan mengisi ruang sekitarnya dengan medan elektromagnetik yang nonradiasi. Soljacic percaya medan elektromagnetik akan membahayakan manusia, contohnya manusia bisa bertahan dalam medan magnet kuat ketika menggunakan mesin pencitra resonansi magnetik (MRI).
Energi yang dipancarkan itu hanya akan ditangkap oleh peranti-peranti yang dirancang khusus untuk beresonansi dengan medan elektromagnetik tersebut. Dengan cara ini pula kebanyakan energi yang tak ditangkap peranti elektronik penerima akan diserap kembali oleh pemancar.
Soljacic mengungkapkan hasil risetnya yang menggunakan kalkulasi teoretis dan simulasi komputer itu di pertemuan American Institute of Physics Industrial Physics Forum di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa pekan lalu. Untuk saat ini, Soljacic hanya memiliki teori, ia akan mulai percobaan untuk membuktikan hipotesisnya yang diyakininya selesai dalam satu tahun.
Seperti kata Soljacic, masih terlalu dini untuk mengharapkan adanya baterai yang bisa mengecas ulang sendiri ini di pasar.
MIT | AP | ARS TECHNICA | TGDAILY | DODY HIDAYAT




Komentar Anda :