Perpustakaan Microsoft Pesaing Google
Selasa, 12 Desember 2006 | 12:52 WIB
Lebih dari setahun dan dua bulan sejak Microsoft pertama kali mengungkapkan akan membuka layanan perpustakaannya. Dan pada akhir pekan lalu, ide itu terwujud dengan diluncurkannya Windows Live Search Books (http://search.live.com/results.aspx). Inilah layanan terbaru dari Windows Live yang menyediakan mesin pencarian buku di Internet.
Layanan ini bakal menjadi pesaing Google Book Search, yang telah lebih dulu online pada akhir 2004 (semula bernama Google Print Library Project). Kedua layanan ini masih dalam versi beta. Google Book Search memiliki dua sumber untuk koleksinya: penerbit dan perpustakaan. Penerbit yang telah menjadi mitra Google antara lain Wisdom Publications, Arcadia Publishing, Osprey Publishing, Penn State Press, dan Crossway Books. Sedangkan penulis di antaranya Richard Lowry dan Susan Foote.
Sementara itu, beberapa perpustakaan yang mendukung Google Book Search adalah University of California, University Complutense of Madrid, Harvard University, The New York Public Library, dan Stanford University.
Pada tahap awal ini, Live Search Books menyediakan koleksi dari British Library di Inggris, University of California di Amerika Serikat, dan University of Toronto, Kanada. Pada tahap awal ini, hanya pengguna dari Amerika Serikat yang bisa mengakses. Dan buku yang tersedia hanya yang nonhak cipta. Tapi layanan ini akan segera diperluas dengan menyediakan buku-buku hak cipta dari penerbit yang telah disepakati.
"Kami sangat sensitif dengan hak cipta. Kami tidak akan melakukan banyak pemindaian massal untuk materi nonhak cipta," ujar Danielle Tiedt, General Manager Live Search Selection, kepada BBC News.
Dalam persoalan hak cipta ini, Google pernah dilaporkan ke pengadilan oleh US Authors Guild pada September 2005. Author menganggap kerja sama Google dengan beberapa perpustakaan Amerika Serikat tidak menghilangkan kewajibannya terhadap para penulis buku-buku yang menjadi koleksi perpustakaan itu. Para penulis itu tidak pernah dihubungi Google.
Di luar kontroversi soal hak cipta, layanan Google memiliki kelebihan ketimbang pesaing barunya, Live Search Books. Layanan Microsoft ini tak memiliki kemampuan mencari perpustakaan paling dekat dengan pengguna yang menyediakan buku yang dicari untuk dipinjam atau dibaca seperti yang diberikan Google.
Namun, Live Search Books punya potensi untuk menjadi perangkat yang sangat berguna dan menyenangkan. Microsoft telah menjadi Open Content Alliance--sebuah organisasi pemerintahan nirlaba bidang kebudayaan dan teknologi--yang sedang bekerja membangun arsip permanen dari content digital dari teks dan multimedia dalam berbagai bahasa.
"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memadukan inovasi teknologi dan peranti lunak kami untuk menyediakan content yang kaya dan bernilai yang tidak tersedia secara luas saat ini," demikian janji Christopher Payne, Corporate Vice President MSN Search.
MICROSOFT | GOOGLE | THEREGISTER | HEXUS | VNUNET | WIKIPEDIA | DODY





