Warner Music: Steve Jobs Tak Logis

Senin, 12 Februari 2007 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, NEW YORK:Usul pendiri sekaligus CEO Apple Computer Inc., Steve Jobs, agar perusahaan rekaman musik membuka semua peranti lunak pengaman penggandaan pada musik digital ditolak mentah-mentah oleh Warner Music. "Usul Tuan Jobs tidak logis," ujar bos Warner Music, Edgar Bronfman.

Pekan lalu, dalam sebuah surat terbuka, Jobs mengusulkan agar penggunaan sistem pengaman hak cipta pada musik digital, digital rights management (DRM), diakhiri. Pasalnya, kata Jobs, sistem itu terbukti tak mampu mencegah pembajakan musik digital.

Jobs menambahkan, dengan mengakhiri penggunaan sistem itu, penikmat musik akan mendapat manfaat yang besar karena semua toko musik online dapat menjual lagu-lagu kepada semua jenis pemutar musik. "Jelas cara ini adalah alternatif yang terbaik untuk konsumen," kata Jobs.

Saat ini semua toko musik online, termasuk situs milik Apple dan iTunes, masih menggunakan DRM sehingga pemakaian lagu yang dibeli dari toko musik online itu hanya dapat dimainkan pada pemutar musik yang terbatas.

Namun, kali ini pendapat Jobs memang tak masuk di akal para pengusaha rekaman musik, termasuk Warner Music. Warner Music adalah perusahaan keempat terbesar di dunia. Beberapa artis, termasuk Madonna dan Green Day, tergabung dalam perusahaan rekaman ini.

bbc | darma

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :