BitTorrent Jadi Halal

Selasa, 27 Februari 2007 | 14:19 WIB

BitTorrent, protokol dan peranti lunak berbagi file, selama ini dianggap sebagai anak bandel di kelas. Tapi versi barunya, yang mulai online kemarin, lebih mirip dengan anak kesayangan guru. Pada Ahad lalu, BitTorrent mengumumkan peluncuran situs toko media online-nya, yang dinamai BitTorrent Entertainment Network.

Toko media digital itu akan mendistribusikan lebih dari 5.000 judul film digital, acara televisi, dan video game. Tak seperti sebelumnya, semua content itu diperdagangkan secara legal dan halal karena berasal dari studio-studio Hollywood, jaringan televisi, dan distributor video game online.

Ya, setelah lebih dari setahun bernegosiasi, akhirnya BitTorrent mendapat pengakuan. Dukungan itu datang dari 20th Century Fox, Lionsgate, Paramount Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, dan MTV Network. Juga dari beberapa distributor film independen, seperti First Look, Palm Pictures, dan perusahaan Jepang, Kadokawa. Sedangkan dari industri game, BitTorent mendapatkan restu dari TryMedia, distributor video game online dari Activision, Ubisoft, dan Vivendi Games.

Kehadiran toko media digital BitTorrent ini memanaskan persaingan toko video online. Sebelumnya, ceruk pasar ini telah diramaikan oleh Apple iTunes Store, Microsoft Xbox Live, Amazon Unbox, dan yang terbaru adalah Joost--layanan peer-to-peer yang didirikan oleh pendiri Skype dan Kazaa. Namun, BitTorrent punya reputasi yang diakui banyak kalangan dalam hal kecepatan pendistribusian file dan jumlah pengguna, yang diklaim mencapai angka 135 juta.

Untuk acara televisi dan video musik, layanan BitTorrent tak berbeda dengan layanan-layanan sejenis. Setiap file yang diunduh bisa dimiliki, seharga US$ 1,99. Namun, untuk film, BitTorrent hanya menyediakan layanan sewa. Untuk film lama, biaya sewanya US$ 2,99, sedangkan film baru US$ 3,99. Pelanggan diberi waktu sewa selama satu bulan. Tapi, begitu mulai ditonton, film harus ditonton hingga selesai, dalam waktu 24 jam. Setelah itu, file yang diunduh tak bisa dijalankan lagi.

Content BitTorrent ini dilindungi dengan digital right management Windows Media dan hanya bisa dimainkan dengan Windows Media Player. Film yang ditawarkan di antaranya Superman Returns, Mission: Impossible III, dan An Inconvenient Truth. Sedangkan untuk acara televisi, yang ditawarkan miniseri 24 dan Chappelle's Show.

Selama ini adopsi film digital sangat lambat. Masalahnya, sebuah file film digital mempresentasikan informasi yang sangat besar sehingga sangat mudah menyumbat bandwidth yang tersedia. Akibatnya, pengguna harus menunggu berjam-jam saat pengunduhan untuk dapat menyaksikan filmnya.

Gebrakan yang dibuat oleh programmer bernama Bram Cohen pada 2001 itu mengatasi masalah tadi, yakni dengan protokol--sekumpulan aturan--distribusi file peer-to-peer yang dinamainya BitTorrent. Sistem pendistribusian file berkode sumber terbuka ini dirancang untuk membantu transfer file besar di Internet. BitTorrent memungkinkan sebuah file besar dipecah-pecah menjadi fragmen-fragmen kecil yang disebar pada beberapa komputer. Para pengguna lalu saling berbagi fragmen itu untuk membentuknya menjadi sebuah file yang utuh.

Desentralisasi sumber ini juga membuat proses pengunduhan menjadi lebih efisien. Artinya, sebuah film digital utuh dapat diunduh dalam setengah jam atau dua kali lebih cepat daripada proses pengunduhan satu film utuh dari satu sumber, seperti pada situs web lain. Sementara itu, untuk acara televisi, waktu pengunduhannya, menurut Ashwin Navin--Presiden dan pendiri BitTorrent--bisa sepertiga dari waktu pengunduhan di situs lainnya.

cenet | new york times | businessweek | msnbc | variety | wikipedia | dody






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: