Penangkal Kebobolan Data

Rabu, 28 Maret 2007 | 16:20 WIB

TEMPO Interaktif, Santa Clara:
Baru pekan lalu, perusahaan software untuk database, Oracle, memejahijaukan perusahaan rivalnya, SAP, dengan tuduhan pencurian data. Oracle menuduh karyawan SAP menggunakan identitas klien Oracle untuk masuk ke jaringan Customer Connection milik Oracle.

Dari situ, menurut Oracle, SAP melakukan lebih dari 10 ribu kali pengunduhan ilegal, berupa pengunduhan peranti lunak Oracle dan dokumen data pelanggan. Dengan menggunakan data-data tersebut, Oracle menuduh SAP mengambil alih pelanggan-pelanggannya.

Benar-tidaknya tuduhan Oracle masih belum terbukti. Namun, maraknya pencurian data jelas-jelas bukan hanya isapan jempol. Karena itu, awal Maret ini perusahaan pembuat software antivirus McAfee tergiur menjajal produk barunya yang dapat mencegah informasi sensitif jatuh ke pihak yang tidak diinginkan.

Namanya McAfee Data Loss Prevention Host. Ini adalah software pencegah pencurian data pertama dari McAfee. Ia dapat memantau pengguna saat mengakses data dalam jaringan. Ia juga mampu memonitor distribusi atau transfer data dalam jaringan sebuah perusahaan.

Menurut Vimal Solank, Senior Director of Product Marketing McAfee, software ini akan segera mengirimkan tanda pemberitahuan ketika sebuah data sensitif sedang diakses. Menggunakan peranti lunak ini, dokumen-dokumen penting, seperti dokumen keuangan, informasi pelanggan, kode sumber, dan properti intelektual, dapat ditandai sebagai dokumen yang sensitif.

Kemudian software dapat mencegah dokumen penting tersebut digandakan, dimodifikasi, dikompres, atau dikirim tanpa otorisasi. Software ini juga akan mengontrol transfer data, baik melalui surat elektronik, USB drive, pesan instan, Skype, HTTP, HTTPS, FTP, Wi-Fi, atau dokumen tercetak, seperti faks ataupun printer.

Semua itu juga dapat dilakukan tanpa dipengaruhi oleh lokasi para pengguna, baik mereka sedang berada di kantor maupun di luar kantor, ketika laptop pengguna sedang tak terhubung dengan jaringan perusahaan.

Keuntungan lainnya, program ini juga dapat memberikan efisiensi waktu untuk menyebarkan data secara terpusat. Software mencatat semua aktivitas komputer dalam jaringan sehingga dapat menjadi bukti forensik atas upaya-upaya pencurian data.

Untuk menerapkan Data Loss Prevention Host, paling tidak dibutuhkan server yang menggunakan prosesor Intel Pentium IV 2,8 GHz dengan RAM berkapasitas 1 GB dan hard disk sebesar 80 GB.

Sementara itu, penggunanya paling tidak harus menggunakan komputer prosesor Intel Pentium III berkecepatan 1 GHz dengan RAM 512 MB serta sisa ruang sebesar 200 MB pada hard disk. Sedangkan sistem operasi yang digunakan adalah MS Windows 2003/2005 (untuk server) dan MS Windows XP (untuk PC pengguna).

Saat ini, program ini sudah dijual dengan perhitungan harga yang tak murah. Misalnya, pada sebuah perusahaan dengan jumlah karyawan 5.000-10.000 orang, setiap pengguna akan dikenai biaya US$ 47 (Rp 428 ribu) per orang.

Yang jelas, dengan munculnya produk baru McAfee ini, tak hanya pencurian data yang makin marak. Program-program penangkal pencurian data juga bermunculan. Dan McAfee akan bersaing dengan kompetitor yang sudah ada lebih dulu di bidang software penangkal pencurian data, seperti Vontu, Vericept, Websense, dan Oakley Networks.

mcafee | bussinesweek | computerworld | cnet | indra darmawan

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :