Si Kecil Kuda Pekerja
Rabu, 11 April 2007 | 10:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Small Is Beautiful. Frase yang menjadi judul novel serial nonfiksi karya pengarang sekaligus pakar ekonomi Inggris, E.F. Schumacher, itu agaknya memang sejalan dengan kecenderungan peranti keras yang berlomba-lomba mengecil. Tak terkecuali, perangkat printer.
Nah, pekan lalu, Fuji Xerox Indonesia meluncurkan mesin pencetak laser berwarna terkecil untuk jaringan, yang dapat mencetak ukuran kertas A3 (29,7 × 42 sentimeter). Printer itu, Fuji Xerox DocuPrint C3055DX, memiliki dimensi 49,5 x 53,4 x 40,7 sentimeter.
Fuji Xerox mengklaim C3055DX sebagai printer terkecil di kelasnya. Bila dibandingkan dengan ukuran Epson C8600 (65,6 x 92 x 116,1 sentimeter), printer ini memang lebih mungil. Sementara itu, ukuran printer Hewlett-Packard LJ 5200n lebih kecil daripada DocuPrint C3055DX, yakni 49 x 56,3 x 27,5 sentimeter, tapi printer ini bukan printer laser warna, melainkan monokrom.
DocuPrint C3055DX mencetak kedua sisi kertas dengan teknologi four pass engine laser. Ia memiliki beberapa fitur unggulan, antara lain teknologi pencetakan elasticity belt/lap transfer technology dan EA toner, yakni software pengendali biaya, dan penggunaan auditron printer monitor serta memori yang termasuk besar di kelasnya, yaitu 256 megabita.
Teknologi elasticity belt dan EA toner memungkinkan cetakan kertas terhindar dari kontaminasi serpihan partikel-partikel toner (saat proses transfer), yang mengotori hasil cetakan. Artinya, teknologi ini sekaligus mengurangi pembuangan toner.
Adapun peranti lunak auditron printer monitor akan mengawasi dan mencatat tiap pencetakan yang dilakukan, sehingga pengeluaran biaya dan penggunaan toner kian terkendali.
Selain itu, printer ini mengadopsi beberapa teknologi Fuji Xerox, yaitu advanced multi-level screen technology, natural image enhancement, serta 3D-ACM advanced colour correction. Semua teknologi tadi, menurut Fuji Xerox, secara otomatis dapat mengenali obyek yang tengah dicetak, apakah itu teks, foto, atau grafik, untuk kemudian menghasilkan hasil cetak yang optimal.
"Printer ini mampu mencetak garis tipis dengan sangat detail dan warna kulit yang sangat mendekati aslinya," ujar Vincent Sim, Regional Marketing Manager Fuji Xerox Printers ASEAN.
Fuji Xerox menyebut printer ini sebagai printer warna yang mampu menjadi "kuda pekerja". Itu lantaran mesin tersebut diklaim mampu mencetak hingga 65 ribu halaman per bulan. Angka itu lebih tinggi daripada perhitungan yang dilakukan situs web AustralianIT, yang mencapai 52 ribu halaman per bulan.
Secara teoretis, printer ini dapat mencetak gambar hitam-putih dengan kecepatan 35 halaman per menit (ppm). Sementara itu, saat mencetak berwarna, mesin ini mencetak delapan halaman per menit. Tapi, menurut review AustralianIT, waktu yang diperlukan mesin ini untuk mencetak sebuah sampul majalah (berwarna) mencapai 45 detik.
Bagaimanapun, menurut AustralianIT, kualitas cetak mesin ini memang cukup baik, walaupun masih tak sebagus printer tinta untuk foto. Keunggulan utama mesin ini adalah fitur-fiturnya dan kemampuan memuat kertas dalam jumlah yang masif, yaitu hingga 2.055 kertas. Wajar saja bila printer "kecil" ini dijuluki "kuda pekerja".
Printer ini memiliki koneksi Ethernet 10/100Base-TX, parallel IEEE 1284, dan USB 2, serta dapat bekerja pada komputer berbasis Windows, Apple, atau Unix.
Menurut Sales Manager Fuji Xerox Printers Indonesia Teddy Susanto, produk ini sudah dijual sejak pameran Mega Bazaar Komputer 2007, yang digelar Maret lalu. Harga per unitnya dibanderol sekitar US$ 1.999 (sekitar Rp 18 juta).
Sementara itu, harga cetak per lembar printer ini untuk cetakan berwarna, menurut Teddy, berkisar US$ 10 sen (sekitar Rp 900). Sedangkan cetak per lembar hitam-putih sekitar US$ 2 sen (sekitar Rp 182).
Jika printer ini digabungkan dengan peranti pemindai warna untuk kertas berukuran A3, Xerox DocuScan C4250, ia akan menjadi peranti multifungsi yang mampu mencetak, memindai, serta mengkopi dokumen hingga kertas berukuran A3.
indra darmawan




Komentar Anda :