Bikin Spider-Man Makin Kinclong

Senin, 30 April 2007 | 10:05 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo:

Malam itu, tidur Peter Parker lebih nyenyak karena jati diri rahasianya sebagai pahlawan penumpas kejahatan telah diterima masyarakat. Tapi kelelapannya itu justru membuat musuh leluasa menyusup. Baju Spider-Man-nya yang tersimpan di lemari terkena cairan hitam misterius, yang mengubah warnanya menjadi hitam.

Tak hanya warna baju yang berubah, kepribadian Spider-Man pun ikut gelap begitu mengenakannya. Ia cenderung berlaku jahat terhadap orang lain. Rupanya cairan hitam itu bisa mengendalikannya. Cairan itu ternyata symbiote--organisme dari luar bumi--yang juga disebut "baju hidup" karena kemampuannya meniru bulat-bulat inang yang ditempelnya.

Untungnya Parker sadar akan keanehan pada dirinya. Ia harus melepas kekuatan supernya agar symbiote itu juga enyah dari tubuhnya. Aksi Parker itu bisa kita saksikan dalam film Spider-Man 3 besutan Sam Raimi. Pemutaran perdananya di seluruh dunia berlangsung di Roppongi Hills Mori, Tokyo, Jepang, pada 16 April lalu. Pemutaran untuk umum di Jepang dan Asia mulai 1 Mei nanti.

Ada yang beda pada Spider-Man kali ini jika Anda menontonnya di Jepang. Gambarnya lebih kinclong, jernih, dan lebih tajam. Pasalnya, film itu bakal diputar memakai proyektor sinema baru buatan Sony, SRX-R110. Proyektor yang menggunakan perangkat pencitraan Silicon X-tal Reflective Display (SXRD) ini diklaim mampu menampilkan gambar yang hampir empat kali resolusi yang bisa ditampilkan layar televisi definisi tinggi (HDTV).

Dimensi SRX-R110 juga tak seperti proyektor sinema lazimnya. Ia memiliki tinggi 1,5 meter, tebal 1,4 meter, dan lebar 74 sentimeter serta bobot 300 gram. Pada jantung proyektor ini terdapat dua lampu sorot Xenon 4,2 kilowatt dengan tingkat pencahayaan 10 ribu lumen.
Sorot lampu itu dipantulkan oleh cermin-cermin dan melalui sebuah prisma warna terbelah menjadi sinar merah, hijau, dan biru. Tiap sinar warna primer itu diarahkan ke layar panel datar 1,55 inci berbasis teknologi SXRD sebelum dipadukan kembali dan diperbesar oleh sebuah lensa.

Hasilnya, pada layar bioskop muncul gambar yang spektakuler, melampaui mutu gambar yang biasa ditampilkan di layar bioskop. Gambar yang dihasilkan memiliki resolusi 4.096 x 2.160 piksel atau lebih dari 8 juta piksel. Bandingkan dengan resolusi HDTV yang hanya 2 juta piksel. Perangkat ini direkomendasikan untuk layar bioskop berdiameter 12 meter lebih.

Selain itu, proyektor ini memberikan pengamanan terhadap film digital. Di bagian dasar proyektor terdapat bay untuk memasangkan media block. Ada kunci unik untuk setiap sistem yang akan terhapus jika orang yang tak memiliki otoritas berusaha melepaskan media block. Di dalam media block terdapat sebuah hard disk drive RAID untuk menyimpan salinan file film berformat JPEG2000 yang dienkripsi.

"Proyektor 4K sejak dulu dianggap sebagai holy grail-nya sinema digital," ujar John Scarcella, President Broadcast and Production Systems Division Sony Electronics. "Inilah produk yang ditunggu-tunggu oleh industri," dia menambahkan.

Memang Sony menggunakan popularitas HDTV yang terus menanjak dalam memasarkan produknya ini. Kehadiran bioskop rumah dengan HDTV kian mempersulit pengusaha bioskop untuk menarik pengunjung tanpa memperbaiki mutu gambar. Sony berharap ini dapat memaksa bioskop membayar proyektor 4K-nya itu seharga US$ 12.651 (sekitar Rp 115,1 juta) per layar.

Proyektor berteknologi SXRD pertama diperkenalkan Sony pada Juni 2003 melalui proyektor video 2K Qualia 004. Proyektor itu disasarkan untuk pelanggan rumah tingkat atas atau pesanan khusus. Sedangkan untuk konsumen profesional, Sony melepas proyektor sinema digital 4K pertama dua tahun silam. Kala itu hanya 4 dari sekitar 3.000 layar sinema di jepang yang memakainya. Sony mentargetkan hingga 2010 bisa memasangkan proyektor ini pada sepertiga dari jumlah layar bioskop di Jepang.

sony | pcworld | digimag | imdb | dcinematoday | wikipedia | dody

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :