Peringatan Cas Penuh
Senin, 14 Mei 2007 | 10:40 WIB
TEMPO Interaktif, Espono, Finlandia:
"Sebanyak dua pertiga energi yang dipakai sebuah telepon seluler hilang jika saat baterai telah tercas penuh tapi charger masih menancap di colokan listrik," ujar Kirsi Sormunen, Vice President of Environment Affairs Nokia. Itu artinya baterai ponsel akan cepat habis dan harus dicas kembali.
Kian sering pengecasan dilakukan, makin banyak energi yang dihabiskan. Bagi Nokia, kebiasaan buruk yang memboroskan energi ini harus ditinggalkan. Caranya, dengan mendorong para pengguna ponsel buatnya untuk sesegera mungkin mencabut charger dari colokan listrik begitu baterai terisi penuh. Untuk membantu para pengguna itu, Nokia menambahkan teknologi peringatan (alert) pada ponsel-ponsel keluaran terbarunya.
Pertengahan pekan lalu, Nokia meluncurkan tiga model ponsel terbarunya, yakni Nokia 1200, 1208, dan 1650. Ketiganya memiliki sistem peringatan yang akan menyalak jika baterai yang dicas telah terisi penuh. Teknologi ini sebenarnya tidak terlalu canggih dan telah banyak diaplikasikan pada peralatan elektronik, seperti mesin cuci atau oven microwave.
Inti dari inisiatif Nokia ini adalah mengajak para pengguna ponsel untuk aktif berhemat energi. Makanya teknologi yang dipakai hanya sebatas sistem peringatan, bukannya teknologi yang secara otomatis bisa menghentikan pasokan listrik ke baterai ponsel. Menurut Nokia, dengan sistem peringatan ini berpotensi untuk menghemat listrik yang biasa dipasok ke 85 ribu rumah dalam setahun.
Ponsel model 1200, 1208, dan 1650 akan diproduksi massal dalam volume tinggi. Penjualannya disasarkan ke pasar yang tumbuh pesat, seperti di Cina, India, dan Amerika Latin. Penerapan sistem peringatan ini adalah salah satu dari serangkaian inisiatif berwawasan lingkungan yang digagas oleh para manufaktur ponsel. Nokia, yang menjadi pemimpin pasar, menjadi yang pertama yang menerapkannya pada tahun ini.
Ini juga menjadi inisiatif penghematan energi paling mutakhir dari Nokia. Tahun lalu, serial charger terbaru Nokia mendapatkan penghargaan Energy Star dari Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat. Sejumlah charger yang mulai dipakai pada 2005 itu melampaui standar EPA karena menghemat 50-70 persen energi dari persyaratan yang distandarkan Energy Star.
Menurut EPA, charger baterai konvensional dapat menyedot 5-20 kali lebih banyak energi yang dapat disimpannya ke dalam baterai. Sementara itu, charger hemat energi sesuai dengan standar Energy Star yang tersedia saat ini rata-rata bisa menghemat 35 persen energi.
nokia | energystar | mobiltechnews | digitallifestyles | eweek | dody




Komentar Anda :