Pelihara Hewan Online
Selasa, 15 Mei 2007 | 10:52 WIB
TEMPO Interaktif, New York:
Boneka beruang Teddy memang lucu. Tak hanya disukai anak kecil, orang dewasa, seperti Mr Bean, juga mencintai Teddy. Tapi sekarang beruang Teddy punya pesaing. Mereka adalah boneka-boneka Webkinz.
Boneka-boneka ini berukuran kecil, bertampang imut, dan memiliki bahan yang lembut. Tak seperti Teddy yang hanya berjenis beruang, Webkinz muncul dalam berbagai jenis hewan, dari kodok, kelinci, berbagai jenis kucing (seperti alley cat dan Persia), berbagai jenis anjing (di antaranya basset hound, chihuahua, dan bulldog), monyet, babi, gorila, kuda nil, kuda poni, singa, macan, beruang kutub, panda, hingga koala.
Satu hal lagi yang membedakan boneka Webkinz dengan beruang Teddy adalah karena memiliki versi online-nya sehingga pembeli dapat memeliharanya atau mengajaknya bermain melalui Internet.
Setiap kali seseorang membeli boneka Webkinz, ia akan mendapatkan sebuah label yang berisi kode khusus untuk memperoleh akses mengadopsi hewan peliharaan versi virtualnya melalui situs Webkinz (www.webkinz.com).
Pertama kali mengadopsi Webkinz di dunia virtual, seseorang akan mendapat beberapa fasilitas standar, yaitu sebidang ruangan, balon ucapan selamat datang, makanan hewan, furnitur untuk pemeliharaan, dan uang sebesar 2.000 KinzCash (mata uang virtual di dunia Webkinz).
Tiap hewan punya tingkatan-tingkatan kebahagiaan, kesehatan, dan kelaparan, yang harus diseimbangkan oleh pemain secara telaten. Seperti halnya pada permainan Tamagotchi, pemain harus memberi makan, mengajaknya bermain, memandikannya, serta melatihnya.
Aktivitas itu biasanya akan menghabiskan cadangan uang KinzCash. Untuk mencari uang, pemain harus memainkan berbagai game mini dan kuis-kuis di dalam permainan. Selain itu, di situs Webkinz, para pemain juga bisa melakukan chatting dengan pemilik boneka Webkinz lainnya di seluruh dunia.
Game online ini dapat diikuti secara gratis selama setahun. Kemudian seseorang harus membeli mainan Webkinz lainnya untuk memperpanjang waktu adopsi. Bagi orang tua, seperti Joana Hafter, Webkinz adalah alternatif yang tepat buat anak-anak ketimbang memelihara hewan peliharaan betulan.
Anaknya, Talia, 9 tahun, dan Josh, 7 tahun, memiliki delapan ekor "hewan" Webkinz. "Hewan-hewan itu sangat lucu. Menurut saya, ini adalah pilihan yang cerdas sebagai pengganti hewan peliharaan yang hidup," ujar Hafter. Selain itu, Hafter juga menyukai permainan ini karena aman dan tidak ada unsur kekerasan di dalamnya.
Namun, tak semua setuju dengan game ini. "Anak-anak saya memaksa dibelikan satu boneka Webkinz baru setiap minggu agar mereka bisa meraih 2.000 poin untuk digunakan membeli sejumlah item di situs web. Apakah satu hewan saja masih belum cukup?" ujar Vicky Kalish, ibu dari dua anak pemilik Webkinz.
Sementara itu, Irene Heifetz terpaksa melarang anak-anaknya bermain Webkinz karena mereka terus-terusan bermain game sepulang dari sekolah sehingga melupakan pekerjaan rumah. Bahkan game ini dilarang oleh Sekolah Dasar Wessagussett di Weymouth, Massachusetts, Amerika Serikat, karena dianggap mengganggu konsentrasi murid dalam belajar.
Bagaimanapun Webkinz memang merupakan fenomena. Di rak-rak toko di Amerika Serikat, stok boneka-boneka Webkinz selalu kosong karena begitu laris. Sejak muncul pertama kali dua tahun lalu, menurut pembuat Webkinz, Ganz, sudah lebih dari 2 juta unit boneka telah terjual dan 1 juta pelanggan telah mendaftar ke situs Webkinz.
Anita Frazier, analis mainan dari firma riset NPD Group, mengungkapkan faktor kesuksesan Webkinz adalah keberhasilan dalam mengawinkan produk boneka yang lucu dengan permainan pengasuhan di dunia virtual.
cnet | wikipedia | abcnews | indra darmawan




Komentar Anda :