Pencarian Sejagat Google

Selasa, 22 Mei 2007 | 09:37 WIB

TEMPO Interaktif, Mountain View, California:


Anda yang kerap melakukan googling (mencari sesuatu di Internet menggunakan mesin pencari Google) pasti akan menemukan sedikit perbedaan tampilan hasil pencarian mesin itu.

Ya, bukan salah mata Anda, bila justru mendapatkan hasil pencarian kategori foto atau video saat mencari sesuatu dalam kategori pencari web di Google. Pasalnya, perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat, itu memang telah menerapkan metode baru pencarian, yang dinamakan Google Universal Search.

Jadi hasil pencarian Google akan lebih bersifat universal, dengan menampilkan indeks link foto (image), blog, berita, peta, buku, dan layanan video, selain link situs web yang terkait dengan kata kunci pencarian.

"Google telah mengintegrasikan kategori pencarian yang terpisah-pisah, dengan menawarkannya dalam Google Universal Search," ujar Marissa Mayer, Vice President of Search Product and User Experience Google.

Bila pengguna mengetikkan kata "Darth Vader" (salah satu karakter dalam film Star Wars), misalnya, akan muncul link foto Darth Vader, blog tentangnya (dari situs blogger), serta potongan video tentang Darth Vader, dari situs berbagi video milik Google, YouTube. Begitu pula saat pengguna mengetikkan kata "Nosferatu" atau "Steve Jobs".

Sama halnya ketika mengetikkan "downtown Los Angeles", pengguna akan digiring untuk mendapatkan foto-foto gedung pencakar langit di kota itu, petanya, serta review judul film tentang Los Angeles.

Bukan suatu rencana yang tiba-tiba bila Google mengubah metode pencariannya itu. Butuh waktu sekitar dua tahun dan lebih dari 100 tenaga ahli untuk mewujudkan Google Universal Search. Sebegitu pentingnya, sampai-sampai beberapa pejabat senior Google ikut hadir dalam acara peluncuran Google Universal Search, pekan lalu.

Mereka antara lain Vice President of Global Communication and Public Affairs Elliot Schrage, Technology Director Craig Silverstein, Vice President of Engineering Udi Manber, dan Senior Vice President of Engineering and Research Alan Eustace.

Mengomentari hal itu, Eckart Walther, Vice President of Product Yahoo Search, mengatakan tren mesin pencari bergerak ke arah hasil pencarian yang komprehensif ketimbang pencarian vertikal per topik (dengan pemisahan kategori). "Langkah Google hampir sama dengan apa yang telah kami lakukan selama tiga tahun terakhir," ujar Eckart.

Baik mesin pencari Yahoo maupun Ask (dulu Ask Jeeves) memang sudah menyertakan link foto, saat memberikan hasil pencarian web mereka. Untuk pencarian yang berkaitan dengan musik, Yahoo juga memberikan link ke layanan musik mereka, Yahoo! Music.

Namun, tak semua setuju dengan perubahan Google. Ada yang skeptis bahwa langkah Google ini semata-mata dalam rangka mempopulerkan layanan-layanan milik Google, seperti layanan blog dari Blogger.com atau layanan video dari YouTube.

Selain itu, mungkin ada yang lebih kecewa dengan perubahan ini, yaitu webmaster dan pemasaran online. Pasalnya, pemberlakuan Universal Search akan menghilangkan hasil pencarian Google yang menganut prinsip-prinsip demokratis di web.

Konsekuensi lain adalah search engine results pages (SERP) Google, yang berisi indeks link sepuluh situs web yang paling banyak dibaca (yang berhubungan dengan kata yang dicari pengguna), tentu juga akan hilang.

"Akibatnya, seluruh lanskap industri pemasaran lewat mesin pencari harus mendefinisi ulang dirinya," ujar Donna Bogatin, pengasuh rubrik digital market di situs teknologi informasi ZDNet.

informationweek | trustedreview | xinhua | indra darmawan

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :