Puma Mengejar Santa Rosa

Rabu, 23 Mei 2007 | 09:34 WIB

TEMPO Interaktif, Sunnyvale, California:

Agaknya pedagang laptop harus berterima kasih kepada Tukul Arwana, yang mempopulerkan jargon "kembali ke lap... toop!". Tak begitu jelas memang kontribusi Tukul terhadap popularitas laptop di Indonesia. Yang pasti, menurut data firma riset IDC, pertumbuhan penjualan laptop pada 2006 mencapai 122,7 persen untuk penggunaan rumah dan 39,2 persen untuk penggunaan bisnis.

Tren itu juga terjadi di seluruh dunia. Bahkan IDC memperkirakan empat tahun lagi laptop bakal menggantikan komputer meja sebagai pilihan utama, baik untuk bekerja maupun untuk penggunaan di rumah.

Maka tak aneh bila dua perusahaan cip komputer, Intel dan Advanced Micro Devices (AMD), berlomba-lomba mengembangkan platform teknologinya khusus untuk komputer jinjing. Intel punya platform Centrino Duo dan Centrino Pro, yang baru dirilis beberapa waktu lalu. Sementara itu, AMD pada akhir pekan lalu mengumumkan platform barunya yang bernama kode Puma.

Platform Puma diperkuat oleh teknologi-teknologi terbaru AMD, seperti prosesor Griffin, chipset RS780, memori flash HyperFlash, serta teknologi PowerXpress. Seperti halnya Centrino Duo atau Pro, platform Puma menawarkan penghematan baterai, peningkatan kualitas grafis untuk laptop Windows Vista ataupun aplikasi-aplikasi lain, serta kemampuan menampilkannya pada berbagai jenis layar berbeda.

Sementara itu, cip Griffin adalah prosesor yang khusus dirancang untuk laptop. Menurut Maurice Steinman dari AMD, sebelum ini perusahaannya menggunakan arsitektur prosesor yang seragam, baik untuk komputer server, desktop, maupun laptop.

Griffin adalah prosesor inti ganda yang dibuat dengan teknologi proses produksi 65 nanometer. Masing-masing inti memiliki memori L2 cache sebesar 1 megabita, lebih besar daripada memori prosesor AMD saat ini yang hanya 512 kilobita.

Berbeda dengan prosesor-prosesor AMD sebelumnya, kedua inti memiliki sumber tegangan terpisah sehingga bila komputer hanya membutuhkan salah satu inti yang bekerja, inti lainnya akan berpindah ke dalam kondisi deep sleep (tidak aktif). Hal ini membantu laptop untuk menghemat daya dan memperpanjang usia baterainya.

Pengiritan daya lainnya diperoleh dari kemampuan prosesor untuk mengurangi laju clock prosesor hingga 800 megahertz. Dengan kecepatan maksimal 2,4 gigahertz (dua inti), masing-masing inti bisa menurunkan kecepatan hingga hanya 300 megahertz. Perpindahan clock itu dapat dilakukan dengan cepat, dalam hitungan mikrodetik, tanpa berpengaruh kepada informasi yang dibawanya.

Di lain sisi, Griffin malah menggunakan sistem bus yang memiliki lebar pita tiga kali lebih besar daripada kapasitas generasi saat ini, yaitu HyperTransport 3.0. Ia juga menggunakan pengendali Northbridge yang dimodifikasi, yang dapat meningkatkan efisiensi kerja DRAM (dynamic RAM), karena beroperasi menggunakan sumber tegangan yang terpisah sehingga mengurangi konsumsi daya.

Adapun chipset RS780 dibangun berdasarkan chipset AMD generasi sekarang, RS690. Namun, chipset ini kompatibel dengan antarmuka Microsoft Dx10, yang akan meningkatkan tampilan pada Windows Vista. Unit pemroses grafis yang onboard sudah mendukung Universal Video Decoder sehingga dapat terhubung dengan display DVI, HDMI, TV, CRT, dan LVDS.

Teknologi memori flash AMD, HyperFlash, mirip dengan teknologi Intel TurboMemory, yang sama-sama mampu meningkatkan kinerja dan menghemat umur baterai. Adapun teknologi PowerXpress memungkinkan pengguna untuk berpindah-pindah antara penggunaan integrated graphics engine dan discrete graphics engine tanpa perlu me-restart komputer.

Sayangnya, platform ini tak segera direalisasi oleh AMD. Prosesor Griffin baru mulai diproduksi secara massal pada akhir tahun ini. Sementara itu, platform mobile Puma baru mulai beredar pada pertengahan 2008. Tampaknya sang Puma masih kalah gesit oleh Centrino Duo, yang sudah ada di pasar.

bit-tech | reghardware | eweek | cnet | indra darmawan

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :