Bermusik di Kamera
Kamis, 02 Agustus 2007 | 16:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Konvergensi tampaknya menjadi kecenderungan yang tak terelakkan bagi perkakas-perkakas masa depan. Telepon seluler, 15 tahun lalu, harus memiliki ukuran batu bata, hanya untuk sekadar dapat bertelepon. Kini, dengan ukuran yang sangat mungil dan tipis, mereka mampu menggabungkan berbagai fungsi: bertelepon, ber-SMS, bersurat, ber-Internet, memutar lagu, radio, dan menjepret foto.
Hal itu juga bakal berlaku pada kamera digital. Pada Senin lalu, misalnya, Samsung meluncurkan kamera digital saku yang memiliki fungsi sebagai sebuah pemutar media portabel (portable media player, PMP). Kamera yang ukurannya hanya sebesar kartu kredit (9,5 x 6,1 x 2 sentimeter) itu dinamai VLUU i85.
Sebenarnya, i85 bukan kamera PMP pertama dari Samsung. Sebelumnya, sudah ada kamera Samsung i6B dan Samsung i70. Bahkan kamera i70 belum begitu lama diluncurkan, yaitu pada pameran elektronik CES 2007 di Amerika, Januari lalu. Saat itu banyak yang terpesona pada i70 karena, selain mampu memainkan musik, kamera ini memiliki desain yang apik dan dapat menjadi pembaca teks (text viewer).
Nah, tentu i85 lebih istimewa lagi. Pada i85, Samsung meningkatkan fitur-fitur utama sebagai perangkat penjepret gambar. Sementara i70 hanya memiliki resolusi 7 megapiksel, i85 dapat mengabadikan gambar 8 megapiksel. NV lens kamera ini mampu memotret dengan kecepatan bukaan lensa 1/2.000 detik, dengan lima kali pembesaran optik.
Seperti halnya i70, i85 juga dilengkapi dengan kemampuan image stabilization dan face detection. Samsung mengklaim, kameranya itu mampu menangkap hingga sembilan wajah dalam frame yang sama, lalu secara otomatis menyesuaikan fokus dan cahaya di sembilan titik itu, sehingga hasilnya lebih terang. Bila tangan bergetar saat memotret, Samsung menyediakan advanced shake reduction (ASR) untuk mereduksi efek guncangan tersebut.
Dengan mode Wise Shot, kamera ini dapat secara otomatis mengambil dua gambar secara berurutan (dalam jangka waktu yang sangat singkat), satu gambar dengan mengaktifkan ASR, satu lainnya sambil mengaktifkan lampu flash. Dari dua hasil itu, pengguna dapat memilih salah satu foto yang terbaik.
Samsung juga menyediakan 14 mode lain yang berbeda, mulai Night, Close-up, Sunset, Backlight, Fireworks, hingga Self-Shot. Kamera ini juga dilengkapi dengan software penyunting gambar, misalnya mempertajam obyek di latar depan, memperbaiki fokus gambar latar belakang, menambahkan bingkai, atau balon teks.
Saat merekam gambar bergerak, resolusi yang dihasilkan adalah video MPEG-4 SVGA (800 x 592 piksel). Kamera ini dilengkapi dengan fitur pause, sehingga rekaman video dapat disimpan secara kontinu, bukan sebagai file yang terpisah-pisah.
Ia juga memiliki fungsi zoom, penstabil gambar untuk menghindari gambar bergetar dan kabur, serta software penyunting video. Yang membuatnya berbeda dengan kamera i70, seluruh fungsi tadi dapat diakses melalui layar sentuh 3 inci, bukan lagi tombol-tombol yang letaknya terpisah dari display.
Saat berfungsi sebagai PMP, ia dapat memutar musik atau memutar content video. Selain menyediakan speaker stereo SRS 3D, Samsung menyertakan software pengubah format multimedia yang mendukung file-file MP3, WAV, MPEG, AVI, MOV, WMV, serta ASF.
Hal lain yang juga tak dimiliki kamera PMP Samsung sebelumnya adalah software panduan informasi perjalanan yang mencakup 2.600 lokasi wisata di 30 negara. Aplikasi berukuran 450 megabita itu dapat disimpan dalam memori internal kamera, yang berkapasitas 256 megabita. Bila Anda masih merasa kekurangan ruang penyimpan, kamera ini menyediakan kartu SDHC/SD dengan kapasitas maksimal 4 gigabita.
Kamera ini memang cocok bagi orang yang sering bepergian atau dibawa saat berliburan. "Sebagai aksesori gaya hidup bagi orang-orang yang tak mau ketinggalan teknologi, kamera ini menggabungkan beberapa gadget yang biasanya mereka bawa di saat yang bersamaan, dalam satu perangkat," ujar Stewart Henderson, Vice President Marketing Samsung Opto-Electronics America.
Samsung VLUU i85 akan dijual di Amerika Serikat dan Eropa sekitar September mendatang, dengan harga US$ 349 (Rp 3,2 juta).
LETSGODIGITAL | DPREVIEW | INDRA DARMAWAN




Komentar Anda :