Penjajak Bintang untuk Amatir
Senin, 06 Agustus 2007 | 10:52 WIB
TEMPO Interaktif, Torrance, California:
Di tengah jamuan makan malam yang membosankan pada pertengahan 1950-an, John Forbes Nash Jr. memikat hati mahasiswinya di Massachusetts Institute of Technology yang asal El Salvador, Alicia Lopez-Harrison de Larde. Hati Alicia takluk malam itu karena Nash dibantu oleh bintang-bintang yang bertebaran di atas mereka.
"Sebut satu kata apa saja," ujar Nash. Alicia menyebut "payung". Nash meraih tangan Alicia, mengarahkannya ke satu sudut langit, lalu mengayunnya seolah menggoreskan sesuatu. Serta-merta goresan itu berubah menjadi sebuah rasi bintang berbentuk payung.
Adegan itu ditampilkan secara apik oleh sutradara Ron Howard di film peraih empat Oscar dan empat Golden Globe Award: A Beautiful Mind (2001). Film itu diangkat dari buku yang masuk daftar New York Times Best Seller, yakni biografi tak resmi Nash karya Sylvia Nasar: A Beautiful Mind: A Biography of John Forbes Nash Jr., Winner of the Nobel Prize in Economics 1994, yang terbit pada 1998.
Nash bukanlah astronom. Ia seorang matematikawan, tapi dalam film itu digambarkan memiliki kemampuan mengingat letak rasi bintang. Keahlian menghafal posisi bintang dan konstelasi bintang tanpa bantuan instrumen seperti itu hanya dimiliki para astronom prateleskop, seperti Tycho Brahe (1546-1601), astronom Denmark yang menemukan bintang sangat terang, Supernova, pada 1572.
Kini tak harus menjadi seperti Nash atau Tycho untuk bisa tahu posisi bintang-bintang, planet, dan rasi bintang. Tak perlu juga memiliki teleskop atau teropong binokuler dan peta langit yang rumit. Para astronom amatir sekalipun mampu menjejaki benda-beda langit itu hanya dengan bantuan sebuah alat: SkyScout Personal Planetarium dari Celestron, yang harganya US$ 400 (Rp 3,6 juta).
SkyScout bukanlah teleskop. Ia tak dapat memperbesar obyek pengamatan. Dioperasikan dengan sepasang baterai ukuran AA. Bentuknya seperti kamera perekam video kecil (dimensi: 18,8 x 10,2 x 6,4 sentimeter) dan berbobot 454 gram, membuatnya mudah digenggam dan portabel. Inti dari SkyScout ini adalah perpaduan teknologi penerima global positioning system (GPS), peranti lunak, dan sensor tiga sumbu.
Penerima GPS akan mengkalkulasi waktu, tanggal, dan lokasi di bumi dari pengguna yang berdasarkan sinyal dari satelit-satelit pengorbit bumi. Sementara itu, software mengukur posisi saat itu dari 6.000 bintang, 88 rasi bintang, semua planet, 200 galaksi, 100 nebula, 20 bulan, 20 komet periodik, dan 10 asteroid dari pangkalan datanya.
Sedangkan sensor-sensor tiga sumbu mengukur gravitasi dan medan magnet bumi untuk menentukan orientasi sejati dari peranti ini terhadap bumi. Sederhananya, Anda tak perlu mengarahkan alat ini ke utara seperti kompas, ia mampu menentukan orientasinya sendiri.
Menggunakan alat ini sangat mudah. Cukup arahkan ke obyek langit. Usahakan obyek itu berada di tengah jendela bidik, lalu tekan tombol Target. Secepat obyek itu dipotret, SkyScout akan memberikan jawaban pada display LCD lima barisnya. Informasi yang ditampilkan termasuk nama obyek, jaraknya dari bumi, massanya, periode orbitnya, dan periode rotasinya.
Bagaimana kalau mencari obyek tertentu yang diketahui namanya? Misalnya galaksi terdekat kita, Andromeda. Gunakan fitur Locate dengan memakai cincin dengan delapan anak panah yang kedap-kedip. Lalu arahkan ke langit sesuai dengan arah anak panah yang menyala. Makin dekat Anda dengan obyek yang dicari, kedipan lampu panah kian cepat.
Anda juga bisa merekam teks atau file audio untuk menceritakan obyek langit yang baru ditemukan. Persis seperti yang dilakukan Tycho Brahe pada 400 tahun silam atau yang dilakukan astronom Amerika Serikat, Annie Jump Cannon (1863-1941), yang berhasil mengklasifikasikan hampir seperempat juta bintang pada seabad lalu.
SkyScout sendiri, seperti juga buku dan film A Beautiful Mind, telah diganjar banyak penghargaan sepanjang 2006 dan 2007. Majalah TIME memasukkannya pada daftar The Best Inventions of 2006; Best of What's New 2006 dari Popular Science Magazine; Best of Adventure Gear 2006 dari National Geographic Adventure Magazine; dan Editor's Choice Award 2007 dari Backpacker Magazine.
l celestron | popular science | time | astronomics | cnn money | slashgear | wikipedia | dody





