|
Menanti Si Enam Inti
Rabu, 19 Maret 2008 | 15:48 WIB
TEMPO Interaktif, :
Baru pekan lalu, perusahaan prosesor Advanced Micro Device (AMD) mulai mengapalkan prosesor tiga inti untuk desktop yang dinamai Phenom. Kemarin Intel tak mau kalah, dengan mengumumkan rencananya mengapalkan sebuah prosesor berinti enam pada paruh kedua tahun ini. Prosesor itu berkode nama Intel Dunnington.
Dunnington merupakan generasi penerus prosesor empat inti Intel, Whitefield, yang dibangun berdasarkan mikroarsitektur penryn, yang menggunakan teknologi proses 45 nanometer. Prosesor yang akan menjadi salah satu keluarga Intel Xeon itu bakal memuat hingga 1,9 miliar transistor dalam satu keping chip.
Prosesor ini terdiri atas tiga buah prosesor dua inti, yang setiap pasang memiliki memori cache lokal L2 yang besarnya 3 megabita. Selain itu, untuk pertama kalinya, Intel memperkenalkan memori cache L3, yang akan digunakan oleh Dunnington. Masing-masing enam intinya dapat mengakses memori cache L3 tersebut yang kapasitasnya 16 MB.
Secara teoretis, memori cache ini akan digunakan untuk komunikasi antar-chip dan sharing data. Secara keseluruhan, desain ini sangat mirip dengan prosesor empat inti milik AMD, Barcelona, yang setiap inti prosesornya memiliki memori cache L2 sebesar 512 KB.
Intel akan tetap menggunakan Front Side Bus 1.066 MT/s, chipset Clarksboro, serta Soket pin mPGA 604 pada Dunnington. Karena itu, prosesor ini akan kompatibel dengan komputer yang menggunakan prosesor-prosesor Tigerton, versi prosesor Xeon yang ada sebelumnya. Namun, ia akan menggunakan instruksi SSE4 yang baru. Mengenai daya, Dunnington akan memakai thermal design power hingga 130 watt.
Menurut Patrick P. Gelsinger, Senior Vice President sekaligus General Manager Intel Digital Enterprise Group, Intel bakal mendemonstrasikan chip ini dalam ajang Intel Developer Forum yang akan digelar di Shanghai, Cina, bulan depan. "Kapasitas cache yang besar serta enam inti prosesor akan membuat konsumen menikmati kemajuan besar pada kinerja komputernya," ujar Gelsinger.
Langkah ini sekaligus merupakan salah satu upaya Intel untuk mempertahankan keunggulannya dari rivalnya, AMD, yang akhir tahun lalu telah meluncurkan prosesor empat inti. "Bagi AMD, ini membuat mereka tertinggal sedikit lebih jauh lagi," ujar Dan Olds, seorang analis dari Gabriel Consulting Group.
Apa yang dilakukan oleh Intel, Olds menjelaskan, adalah kemajuan besar. Namun, sampai sekarang hampir semua perangkat lunak desktop belum mampu benar-benar memanfaatkan prosesor berinti ganda. "Artinya, saat ini prosesor tersebut benar-benar ditujukan untuk keperluan server."
Di kesempatan yang sama, Gelsinger menerangkan tentang keluarga prosesor yang akan datang, dengan kode nama Larrabee. Larrabee adalah prosesor yang akan menggunakan banyak inti (multi-core), dan memiliki pemroses grafik terintegrasi sehingga mampu menjalankan aplikasi-aplikasi grafis.
Ini juga merupakan jawaban dari rencana AMD untuk meluncurkan prosesor fusi, yang menggabungkan prosesor dengan pemroses grafik dalam satu chip. Untuk dapat berkompetisi dengan dominasi AMD dengan dukungan produsen grafis kawakan, Nvidia, kata Gelsinger, Intel akan mendesain Larrabee bisa mengerjakan tugas-tugas yang lebih luas.
Larrabee bakal menggunakan arsitektur cache baru. "Kami telah memiliki produk Larrabee yang sedang dikembangkan, dan pengembangannya berjalan sangat lancar," ujar Gelsenger. Menurut dia, Larrabee akan memiliki kecepatan proses data hingga bilangan teraflop (ribuan miliar perhitungan per detik).
l COMPUTERWORLD | CNET | INFORMATIONWEEK | WSJ | PCPERRSPECTIVE | INDRA DARMAWAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|