Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Yahoo Buzz Menghampiri
Selasa, 25 Maret 2008 | 13:34 WIB

TEMPO Interaktif, :
Popularitas situs web artikel berita berbasis komunitas, Digg, mungkin dalam posisi terancam begitu Yahoo meluncurkan layanan terbarunya, Buzz. Betapa tidak, menurut hasil riset firma Hitwise pekan lalu, dalam kurun waktu 3 minggu saja, lalu lintas pengiriman Buzz hanya berselisih 10 persen dari Digg.

Sebelum ini, selama bertahun-tahun, penerbit berbasis web meletakkan tombol Digg di bawah atau di samping artikel mereka dengan harapan pengguna Digg akan membantu menyebarkannya dan mengarahkan lalu lintas ke situs mereka.

Efek Buzz sangat bermanfaat bagi penerbit berita, setidaknya seperti klaim Yahoo yang dikutip oleh ReadWriteWeb. Lihat saja Salon.com yang dalam sehari memiliki sejuta pengunjung unik, begitu Yahoo mengaitkan salah satu artikel mereka di Buzz. Ini adalah pertama kalinya dalam 12 tahun sejarah perusahaan itu.

The Smoking Gun juga menerima rata-rata sejuta page views tambahan dalam lalu lintas rata-rata mereka setelah Yahoo mengaitkan satu artikel mereka. Begitu pula dengan HuffingtonPost yang menerima lebih dari 800 ribu pengunjung unik dari Yahoo.com dalam sehari.

Lalu lintas pengunjung ke situs Dallas Morning News juga melonjak, sebagai hasil dari kaitan "Buzzing Now" pada berita feature mereka di Yahoo.com. Artikel tersebut sekaligus menjadi artikel tunggal paling banyak dilihat di Dallasnews pada hari itu.

TechCrunch juga membuat pengakuan positif atas kehadiran Buzz ini. Menurut pengalaman TechCruch, begitu sebuah artikel berita mereka tayang di Buzz, lalu lintas tertinggi tercapai hanya dalam seperempat hari. Padahal artikel itu dipublikasikan pada Sabtu, yang terkenal sebagai hari dengan lalu lintas terlambat dalam sepekan. "Lalu lintas ini hampir membuat situs kami macet," Michael Arrington, dari TechCruch, mengaku.

Buzz memang mampu mengirimkan lalu lintas yang banyak. Menurut Yahoo, sekitar 16 juta permintaan telah dikirimkan ke penerbit atau pemilik asli artikel. Buzz sendiri baru berumur 3 pekan sejak diluncurkan pada 26 Februari 2008. Sampai saat ini, Buzz masih dalam versi beta tertutup. Untuk menjajal layanan itu, pengguna harus mendapat undangan.

Digg merupakan agregator paling populer. Saat ini, ia memiliki 26 juta pengunjung bulanan. Para blogger sangat bergantung pada agregator agar banyak pengguna Internet yang membaca content mereka. Selain Digg, ada Slashdot dan StumbleUpon untuk menempatkan kaitan halaman utama blog.

Beda Digg dan Buzz adalah iklan. Digg memiliki banyak iklan, sedangkan Buzz sampai saat ini belum memiliki iklan. Menurut Tapan Bhat, Vice President Front Doors Yahoo, mereka berencana menggulirkan paket iklan baru bersama promosi khusus bagi penerbit yang memiliki hubungan kemitraan dengan Yahoo. Namun, ia tak mau memberikan detail rencana tersebut.

Jay Adelson, Chief Executive Officer Digg, tak khawatir Buzz bakal "memakan" pendapatan iklan mereka. "Sejak Buzz diluncurkan, angka pertumbuhan Digg masih tetap pada jalurnya," ujar Adelson. Menurut dia, Digg dan Buzz memiliki tujuan layanan yang berbeda. "Yahoo berfokus pada meletakkan sesuatu di halaman muka Yahoo, sedangkan Digg adalah penyaring yang kolaboratif."

l BUSINESSWEEK | READWRITEWEB | ZDNET | G4TV | PROFY | BETANEWS | WEBPRONEWS |

BOOKMARK

Digg: situs web yang memeringkat kepopuleran artikel berita atau situs yang berbasis komunitas. Situs ini menggabungkan social bookmarking, blogging, dan syndication dengan sebuah bentuk dari kendali editor yang demokratis dan nonhierarkis. Artikel-artikel berita dikirimkan oleh pengguna dan kemudian pengguna pula yang mempromosikannya untuk tampil di halaman utama melalui sistem pemeringkat berbasis pengguna (melalui voting). Digg merupakan proyek percobaan pada November 2004 oleh Kevin Rose, Owen Byrne, Ron Gorodetzky, dan Jay Adelson. Awalnya, situs ini ingin dinamai Diggnation, tapi Kevin ingin nama yang lebih simpel. Diluncurkan pada 4 Desember 2004.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bloking Situs Porno Dinilai Tak Efektif
Speedy Sudah Berfungsi 100 peren
Telkom Akan Evaluasi Kompensasi Konsumen
E-Procurement Pemerintah Sepi Peminat
Kepala Sekolah di NTB Dilatih Akses Internet
Amazon Uji Layanan Database
Google Knol Pesaing Wikipedia
Chatting di Ketinggian 10 Ribu Meter
CSR Akan Diarahkan Untuk Internet Gratis
Pelacak Lokasi tanpa GPS
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119764 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertahanan Dukung IPO Krakatau
ACeS Menang Gugatan Lelang USO
Pejabat Cianjur Beda Pendapat soal BLT
Polisi Gerebek Pesta Ganja
Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data