Online Backup di HP Upline
Rabu, 09 April 2008 | 11:05 WIB
TEMPO Interaktif, : Hewlett-Packard (HP) tak mau ketinggalan untuk nyemplung ke bisnis layanan pencadangan data secara online. Menyusul beberapa pemain lama, seperti DropBoks, Amazon S3, Localhostr, atau Jungle Disk, awal pekan ini, HP meluncurkan layanan bernama HP Upline, yang menyediakan pencadangan data dengan kapasitas tak terbatas.
Upline membidik konsumen rumahan serta perusahaan kecil, menengah, ataupun besar. Layanan semacam ini memang bukan hal baru, tapi bisa dibilang belum begitu populer. Banyak perusahaan yang lebih suka menginvestasikan biaya yang tak sedikit untuk melakukan pencadangan data sendiri.
Padahal layanan pencadangan data online bisa melindungi perusahaan dari kehilangan data saat terjadi bencana alam. Sementara itu, bagi pengguna rumahan atau perorangan, layanan ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai file, seperti foto, musik, klip video, dokumen kerja, sekaligus berbagi file dengan pengguna lainnya.
Kabar baik bagi pengguna rumahan, mereka bisa memperoleh layanan ini secara gratis selama setahun. Bahkan HP telah membuka layanan tersebut sejak Jumat lalu agar pengguna dapat menikmati layanan percobaan dari HP Upline itu. Konsumen ini bakal mendapat jatah ruang penyimpanan sebesar 1 gigabita secara gratis.
"Bahkan tak perlu mengisikan informasi seperti ketika mendaftar aplikasi sebuah kartu kredit," ujar HP Program Manager Irv Christy mempromosikan programnya. Hanya, pengguna rumahan akan memperoleh beberapa layanan, misalnya layanan berbagi file dan layanan pencadangan data e-mail, yang lebih terbatas ketimbang konsumen lain. Selain itu, pengguna program gratisan ini tidak akan mendapat layanan Dashboard seperti pengguna lainnya.
Pengguna yang membayar iuran bakal mendapatkan kuota penyimpanan yang tak terbatas. Pengguna yang memilih kategori kantor rumah (Home and Home Office) akan dikenai biaya tahunan sebesar US$ 59 atau kurang dari US$ 5 (sekitar Rp 50 ribu) per bulan, dengan satu lisensi (satu login account).
Adapun pengguna yang memilih kategori keluarga (Family) harus mengeluarkan kocek sebesar US$ 149 per tahun atau kurang dari US$ 7 (Rp 70 ribu) per bulan, untuk tiga buah lisensi yang masing-masing bisa digunakan untuk tiga buah komputer personal (PC). Maka totalnya bisa digunakan oleh "keluarga besar" yang memiliki sembilan PC.
Nah, perusahaan kecil dan menengah yang tak memiliki administrator TI dan hanya memiliki PC kurang dari 20 unit bisa memilih kategori Professional, dengan iuran tahunan sebesar US$ 299 atau kurang dari US$9 (Rp 90 ribu) per bulan. Untuk kategori ini, HP menyediakan fitur pencadangan otomatis, akses data dari mana saja, kemampuan berbagi file berukuran besar, dasbor manajemen, dan dukungan prioritas dari HP.
Sayangnya, HP Upline didesain hanya sebagai widget untuk komputer bersistem operasi Windows XP dan Windows Vista. Namun, software Upline memungkinkan penggunanya melakukan konfigurasi penyimpanan, baik secara online maupun penyimpanan secara lokal di DVD, flash drive, atau hard disk eksternal.
Dengan fitur ini, pengguna dapat menyimpan berbagai jenis file ke dua lokasi berbeda. Misalnya, pengguna dapat mencadangkan data file .JPG ke server Upline, sementara file-file spreadsheet Excel cukup di penyimpanan lokal. Selain itu, Upline mampu mendukung sistem enkripsi data 448 bit sebelum melakukan pengiriman data.
l PCMAG | CRUNCHGEAR | BETANEWS | INDRA DARMAWAN





