|
Adobe Membuka Layar
Selasa, 06 Mei 2008 | 10:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Program pemutar video dan berkas multimedia seperti Flash boleh jadi raja di pasar komputer desktop. Adobe System Inc. mengklaim, 98 persen komputer desktop yang kerap mengakses web telah menggunakan program tersebut.
Namun, di pasar telepon seluler atau perangkat bergerak lainnya, Flash masih kalah populer. Daya serapnya hanya 30 persen.
"Flash video adalah bentuk video paling populer di Internet saat ini, jadi sangat penting untuk membawanya ke bisnis mobile," kata Gary Kovacs, Vice President Product Management dan Marketing Unit Perangkat Bergerak Adobe.
Adobe System pun mengambil langkah mengejutkan. Perusahaan itu mengumumkan sebuah proyek bernama Open Screen, yang membuka sejumlah keterbatasan pada platform Flash khusus perangkat bergeraknya.
Proyek ini melibatkan sejumlah perusahaan telekomunikasi, content televisi dan video, komputer, semikonduktor, serta vendor ponsel, seperti Sony Ericsson, Nokia, LG, dan Motorola.
Melalui proyek itu, Adobe akan membebaskan lisensi untuk Flash, juga membuang restriksi lisensi atas berkas animasi dan video: SWF atau shockwave flash dan FLV atau flash video. Ini artinya, aplikasi baru yang memanfaatkan format tersebut bisa diciptakan dan terbuka peluang lahirnya alternatif lain.
Adobe juga akan mempublikasikan informasi detail tentang program antarmuka untuk Flash Player dan membuka informasi soal teknologi streaming pada Flash.
Para pembuat program televisi dan film akan lebih mudah mengirimkan content-nya ke perangkat bergerak. Mereka tak perlu menulis berbagai kode program untuk berbagai gadget. "Platform yang lebih terbuka seperti ini akan meningkatkan inovasi dan peningkatan pengalaman pengguna yang cepat," kata Shantanu Natayen, Chief Executive Officer Adobe.
Pasar perangkat bergerak di mata Adobe memang sangat menjanjikan. Menurut riset M:Metrics Inc. baru-baru ini, hanya 14 persen pengguna ponsel di Amerika Serikat yang mengakses Internet pada Februari lalu.
Salah satu kendalanya adalah tampilan web di layar ponsel yang terlalu mungil. Tampilan halaman web bukan versi mobile biasanya cukup memusingkan kepala. Masalahnya, baru segelintir situs web yang memiliki versi mobile.
Natayen berharap, Flash versi mobile itu akan diserap oleh satu miliar handset pada 2009. Namun, jelas, Adobe mesti berhadapan dengan banyak pesaing besar.
Di jajaran pemain lama ada Apple dan Mozilla yang didukung Google, Opera, serta Teleca. Google sendiri siap melahirkan platform Android, yang kabarnya memiliki teknologi yang mirip dengan Flash. Microsoft juga memiliki produk sendiri bernama Silverlight.
Di jajaran produk baru terdapat program buatan Vantrix, perusahaan asal Montreal, yang bekerja sama dengan operator NTT DoCoMo dan Orange SA dari Prancis. Perusahaan ini sedang menjajaki pasar Amerika Serikat.
Skyfire Labs Inc. dari Lembah Silikon juga meluncurkan browser yang juga mampu menampilkan video pada ponsel dan menampilkan situs web persis seperti versi komputer desktop.
l DEDDY SINAGA | WALL STREET JOURNAL | GEEK | BBC | EFLUXMEDIA | SCI-TECH TODAY
BOOKMARK
Berkas shockwave flash: berkas animasi atau applet yang terdiri atas berbagai tingkat interaksi dan fungsi. Shockwave flash juga kadang-kadang digunakan untuk menciptakan tampilan grafis animasi dan menu untuk film atau siaran televisi format DVD.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|