Communicator di Luar Pakem
Jum'at, 05 September 2008 | 14:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: LG Electronics akhirnya melanggar pakemnya sendiri. Desain yang bergaya dan berkelas tak begitu menonjol pada produk telepon seluler communicator-nya yang pertama: KT610.
Apalagi bila mengingat harga yang disematkan pada ponsel ini, hanya Rp 3,5 juta. Tampaknya LG ingin meruntuhkan pandangan: ponsel communicator mesti berbanderol selangit.
Tapi jangan remehkan kemampuannya. Meski ukurannya tak sebesar communicator buatan sebuah merek terkenal, ia sudah mendukung koneksi Internet berkecepatan tinggi, HSDPA alias 3,5G.
Selain koneksi berkecepatan maksimal 3,6 megabit per detik itu, pintu ke dunia maya juga diperkuat dengan fitur push e-mail dan aplikasi pesan instan. Sayang, ia tak mendukung koneksi nirkabel seperti WiFi, padahal fitur ini terbilang salah satu daya tarik ponsel pintar.
Untuk menutupi kekurangan itu, LG memasang aplikasi Google pada menunya, seperti Google Search, Maps, Mail, dan YouTube. Lalu di menu Tools kita akan mendapatkan fitur GPS (Global Positioning System) yang sudah dilengkapi dengan kemampuan navigasi, kemampuan menentukan lokasi serta memperkirakan jarak tempuh perjalanan.
KT610 memiliki sepasang keypad, di luar dan dalam. Di luar, susunannya seperti keypad ponsel umumnya. Adapun di bagian dalam bersusunan QWERTY, yang cukup mudah diakses mereka yang berjari besar.
Layar di bagian dalam terbilang sempit, hanya 2,4 inci. Terlebih-lebih layar luar yang hanya 1,3 inci, terasa timpang dibandingkan dengan keypad numerik yang besar-besar itu. Keduanya pun tak mendukung teknologi sentuh.
Sebagaimana communicator, KT610 bekerja dengan sistem operasi Symbian S60 9.2. Fungsi office<juga tersedia, seperti Notes untuk membuat catatan atau menulis laporan, sampai Quickoffice untuk mengakses data dalam format Word, Excel, atau Power Point.
Masalahnya, LG tak menanamkan kemampuan mengedit. Selain itu, KT610 tidak memiliki fasilitas PDF viewer atau ZIP manager. Mungkin ini konsekuensi dari harga yang murah. Tapi LG barangkali lupa, ada banyak ponsel sekelas yang sudah jauh lebih lengkap.
Fungsi Office juga tak terasa nyaman di layar yang sempit. Demikian pula untuk browsing Internet. Apalagi tren masa kini, makin pintar ponselnya, makin lebar pula layarnya.
Hal-hal mengganjal itu bolehlah dikesampingkan sejenak dengan kompensasi fitur lain, seperti kamera 2 megapiksel dan multimedia. Ponsel ini sudah dilengkapi dengan pemutar audio dan video, pemutar berkas Flash, serta perekam suara dan video.
Segala keterbatasan itu memang pada akhirnya masuk akal juga, terutama bila mengingat ucapan Marketing Manager Produk LG John Halim. Communicator itu memang dirancang bagi eksekutif muda yang baru memasuki dunia kerja dan membutuhkan perangkat pendamping.
"Tentu saja tidak untuk mereka yang techno-freak," katanya. Oh, pantaslah. | Deddy | Kartika Candra




Komentar Anda [1] :