Zune versus iPod
Senin, 15 September 2008 | 10:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ego Steve Jobs terusik oleh peluncuran Zune 3.0 versi terbaru milik Microsoft. Selasa pekan lalu atau sehari setelah Zune diluncurkan, bos perusahaan Apple itu meluncurkan generasi kedua iPod touch dan generasi keempat iPod nano. "iPod touch adalah iPod paling menarik yang pernah kami ciptakan," tutur Steve Jobs. Mulai saat ini, kata dia, pengguna iPod touch bisa mendengar jutaan lagu, menonton ribuan film Hollywood, dan memainkan ratusan game hebat.
Sejak diluncurkan pertama kali pada November 2006, Zune memang berusaha mendobrak dominasi iPod di bisnis pemutar multimedia digital. Hingga saat ini, Zune terjual lebih dari lima juta unit. Sementara iPod buatan Apple, yang memulai debutnya tujuh tahun silam, terjual 160 juta unit. Produk kreasi tim pimpinan Steve Jobs itu menguasai 73% pasar di Amerika Serikat.
Produk anyar Microsoft yang dijuluki "pembunuh iPod" itu bakal beredar di pasar pada 16 September. Zune keluar dalam lima varian penyimpanan: 120 gigabita (GB) seharga US$ 249,99 dan 80 GB (US$ 229,99) yang berbasis hard disk. Sedangkan Zune yang berbasis flash untuk 16 GB dibanderol US$ 199,99, 8 GB dengan harga US$ 149,99, dan 4 GB dengan harga US$ 129,99.
Apple membanderol iPod touch dengan versi 8 GB dan 16 GB dengan harga US$ 229 dan US$ 399 untuk 32 GB. Sementara iPod classic yang lebih tipis dengan kapasitas 120 GB dibanderol dengan harga US$ 249. Lantas iPod Shuffle 1 GB (US$ 49), 2 GB (US$ 69), serta iPod nano 8 GB (US$ 149) dan 16 GB (US$ 199).
Apa persamaan serta perbedaan Zune 120 GB dengan iPod classic 120 GB? Harganya sama, yakni US$ 249, dan sama-sama menyediakan perangkat musik, video, gambar, podcast, serta permainan. Tapi Zune memiliki kelebihan. Pertama, layarnya lebih besar, yakni 3,2 inci, ketimbang iPod yang hanya 2,5 inci. Kedua, Zune menyediakan WiFi dan radio FM. Pengguna bisa merekam siaran radio lewat perangkat ini dan membelinya di Zune Marketplace. "Sebab, 50 persen pemilik Zune menggunakan radio FM sebagai basis reguler," kata Cesar Menendez dari Kelompok Zune.
Zune 3.0 tampaknya lebih digdaya ketimbang iPod classic. Alhasil, menurut dugaan banyak pengamat, di masa depan, Apple tak akan memproduksi tipe ini lagi dan mengembangkan iPod touch. Memang, Apple tak mau kalah. Perusahaan itu melengkapi generasi kedua iPod touch dengan format WiFi draf b dan g. Pemakai bisa mengakses Internet lewat browser Safari serta berkunjung ke toko Apps dan iTunes.
Bagi konsumen yang menginginkan gadget ramping dengan teknologi yang lebih maju, Louis Ramirez dari Dealnews menyarankan agar menjatuhkan pilihan pada iPod touch, meskipun harganya lebih mahal ketimbang Zune. Tapi, kata dia, jika membutuhkan pemutar multimedia digital yang mudah dipakai, konsumen disarankan memilih Zune.
Situs Engadget melakukan jajak pendapat sehari setelah iPod touch diluncurkan. Sebanyak 32,5 persen responden menilai iPod touch tetap paling menarik. Urutan di bawahnya adalah iPod nano (23,0 persen), lalu Zune 120 (11,8 persen), flash Zune (9,4 persen), iPod classic (4,5 persen ), dan iPod shuffle (1,3 persen). Tidak ada jawaban tentang sisanya. Steve Jobs kini bisa bernapas lega, kreasinya berada di urutan pertama berdasarkan survei di pelanggan.
UNTUNG WIDYANTO ! ENGADGET ! DEALNEWS




Komentar Anda :