Kamera Kompak Rasa SLR
Kamis, 18 September 2008 | 09:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Saat membeli kamera digital, penggemar fotografi selalu dihadapkan dengan dua pilihan: kamera kompak atau kamera SLR (single lens reflex). Jika kebutuhannya adalah kamera ringan karena tidak mau repot membawa banyak lensa, pilihan tentu jatuh pada kamera kompak.
Tapi jika ingin kualitas foto lebih baik dengan hasil foto lebih variatif, penggemar fotografi tentu lebih memilih kamera SLR. Model kamera dengan lensa bisa diganti-ganti ini memiliki kemampuan lebih dibanding kamera kompak.
Sayangnya, bodi kamera SLR jauh lebih berat ketimbang kamera kompak. Belum lagi repotnya. Sebab, memiliki kamera SLR biasanya diikuti kebutuhan membawa beberapa lensa. Nah, bagaimana dengan penggemar fotografi yang ingin memiliki kamera kompak tapi kemampuannya seperti kamera SLR?
Akhir pekan lalu, salah satu produsen kamera terkemuka, Panasonic, mencoba memenuhi keinginan itu dengan meluncurkan Panasonic Lumix DMC-G1. Kamera 12 megapiksel ini bisa dibilang kamera pertama yang memadukan kamera digital kompak dengan SLR. Bodinya yang ringan membuatnya digolongkan kamera kompak. Tapi lensanya bisa diganti-ganti layaknya kamera SLR.
Lumix G1 juga menggunakan Four Thirds System atau sistem 4/3, sistem yang digunakan oleh kamera digital SLR (DSLR). Dan karena bentuknya lebih kecil dibanding kamera SLR lain, Panasonic menyebut DMC-G1 sebagai kamera dengan sistem 4/3-mikro (Micro Four Thirds) pertama di dunia.
Panasonic sepertinya menciptakan standar baru dengan sistem 4/3 mikronya itu. Tidak seperti sistem 4/3 biasa, Lumix G1 meniadakan boks cermin internal seperti yang ada pada kamera DSLR umumnya. Dengan sistem ini, ketebalan kamera jika dihitung dari bagian alas (flange back) hanya 20 milimeter, tidak seperti kamera DSLR lain yang rata-rata 40 milimeter.
Meski mengurangi unsur utama (boks cermin), Panasonic menjanjikan Lumix G1 tetap menghasilkan kualitas foto sebaik kamera DSLR lain. "Dengan Lumix G1, kami mengisi kekosongan di pasar kamera digital selama ini. Sebab, konsumen menginginkan kamera dengan kemampuan DSLR, tapi tidak seperti model terdahulu yang besar dan tak menyenangkan," kata David Briganti, Manager Pemasaran Nasional Panasonic Consumer Electronics Company.
David mengklaim pengguna akan mendapat keuntungan dari Lumix G1. Misalnya, lensa fleksibelnya bisa diganti-ganti dan fitur Auto Focus serta teknologi sensor MOS-nya menghasilkan foto berkualitas tinggi. Apalagi, "Didesain dengan bodi luar biasa kompak disertai fitur-fitur yang mudah digunakan," ujar David.
Jangan mengkhawatirkan Lumix G1 hanya menggunakan lensa khusus. Semua lensa untuk kamera DSLR bersistem 4/3 bisa dipasang pada kamera ini. Dan seperti pada kamera DSLR lainnya, Lumix G1 juga dilengkapi View Finder (layar di dalam jendela bidik) dengan resolusi 460 ribu-dot.
Belum lagi kecerdasan fitur sensor mata built-in yang dimilikinya. Ketika mata pengguna mendekati View Finder, sensor akan mendeteksi dan kamera otomatis mematikan layar LCD 3 incinya untuk menghemat baterai.
Melengkapi produk debutnya ini, Panasonic juga meluncurkan dua lensa baru: Lumix G Vario (zoom) 14-45 mm/F3.5-5.6 ASPH/MEGA 0.I.S. dan Lumix G Vario 45-200 mm/F4.0-5.6/MEGA O.I.S.
Tapi, kamera digital yang akan dipasarkan pada pertengahan November mendatang ini tak sepenuhnya seperti yang digembar-gemborkan: sebagai kamera DSLR paling kecil dan ringan di dunia.
Jika disandingkan dengan kamera DSLR ringan lainnya yang juga bersistem 4/3, misalnya Olympus E-420, bodi Lumix G1 memang lebih kecil meskipun tak terlalu tampak. Tapi soal berat, keduanya hampir sama. Bahkan, G1 sedikit lebih berat. Berat bodi E-420 mencapai 380 gram. Sedangkan G1 beratnya 385 gram.
Dimas | Imaging - Resource | Digitalcameraview | Panasonic.com
Topik :




Komentar Anda :