Evolusi Manusia Nyaris Berhenti

Selasa, 07 Oktober 2008 | 11:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Evolusi manusia makin melambat. Penyebabnya, menurut seorang ahli genetika terkemuka dunia, karena jumlah anak dengan orang tua di atas 35 tahun makin sedikit.

Steve Jones, profesor genetika di University College, London, dalam kuliah umum pada Senin (6/10), mengatakan ada tiga komponen penyebab evolusi mahluk hidup.

Tiga komponen itu adalah seleksi alam, mutasi, dan perubahan acak. "Tidak disangka-sangka, kita memperlambat kecepatan mutasi manusia karena perubahan pola reproduksi," kata Pak Profesor seperti dikutip harian the Times.

Pola reproduksi ini sepenuhnya masalah sosial. Pola perkawinan dan alat kontrasepsi, katanya, membuat orang tua di atas 35 tahun makin sedikit. Padahal orang tua di atas 35 tahun ini yang memicu mutasi genetika.

Jones mengatakan pembelahan sel makin meningkat bersamaan dengan makin tua umur seseorang. "Setiap kali ada pembelahan sel, ada kesempatan terjadi kesalahan, atau mutasi, atau kesalahan," kataya.

Saat ini rata-rata usia orang tua di negara Barat adalah 29 tahun. Di usia itu, ada 300 pembelahan sel sperma dan berarti ada 300 kali kesempatan terjadi kesalahan atau mutasi sel. Tapi jika usianya 50 tahun, pembelahan yang terjadi di atas 1.000 kali alias peluang terjadi mutasi genetika--atau evolusi--setidaknya tiga kali lipat lebih besar.

Di masa dahulu, banyak orang tua yang tetap memiliki anak. Ia menyebut contoh Moulay Ismail dari, Raja Maroko yang hidup pada abad ke-19. Sang Raja ini memiliki 500 perempuan di keputren dan menghasilkan 888 anak selama 60 tahun berhubungan badan.

Selain itu, manusia juga makin lambat evolusinya. "Di maa lalu, separuh anak-anak kita sudah meninggal pada usia 20 tahun," katanya. "Sekarang, di Barat, 98 persen bisa bertahan."

Perubahan acak juga makin sedikit pada manusia karena komunikasi dan transportasi dunia makin gampang. Di masa lalu, manusia hidup dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok kecil yang terisolasi bisa menciptakan perubahan genetika secara acak. Tapi sekarang hampir tidak ada kelompok kecil yang terisolasi ini.

Nurkhoiri

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :