Layanan Recovery Data dari IBM  

Selasa, 07 Oktober 2008 | 11:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Zaman memang sudah berubah. Di dunia teknologi informasi, pengeluaran untuk sektor perangkat keras kini mulai dibayang-bayangi pengeluaran untuk jasa.

Secara global, angka pengeluaran perusahaan untuk sektor teknologi informasi sudah mencapai US$ 3,4 triliun. Nah, US$ 488 miliar di antaranya diserap sektor jasa.

Tak aneh, perusahaan seperti IBM semakin serius menggarap potensi ini. Salah satunya melalui layanan pusat recovery data yang diluncurkan kembali menjelang akhir bulan puasa lalu.

Pusat recovery data adalah solusi bagi korporasi yang tak mau bisnisnya terganggu persoalan, dari hal remeh-temeh, seperti gangguan pemadaman listrik, sampai bencana alam.

Pihak pemberi jasa, seperti IBM, menyediakan komputer server, tempat aktivitas teknologi perusahaan bisa dilakukan secara berkelanjutan. Ada pula layanan back-up data secara berkala ataupun terus-menerus.

Malah perusahaan yang ingin memindahkan operasionalnya lantaran adanya gangguan, seperti bencana alam, bisa menyewa ruang kantor di sana. Biayanya berdasarkan luas lokasi dan tempat duduk.

IBM sebelumnya telah mendirikan pusat recovery data di gedung Landmark, Jakarta. "Tapi yang ini sudah penuh, jadi kami dirikan lagi dengan space yang makin luas," kata Suryo Suwignjo, Presiden Direktur IBM Indonesia, di Jakarta.

Pusat recovery data kedua ini berlokasi di bilangan Cengkareng, Provinsi Banten. Lokasinya berdekatan dengan Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Ia berada di sebuah bangunan seluas 600 meter persegi. Sebanyak 200 meter persegi di antaranya adalah ruang untuk menempatkan server. Sisanya ruang kantor dengan kapasitas 40 tempat duduk.

Trigantoro Bramaningtyas, Solution Architect IBM Indonesia, mengatakan keamanan di pusat recovery data itu bisa dijamin. Selain pengamanan berlapis, ia berada di kawasan lingkar satu yang bebas pemadaman listrik.

Bila pun listrik padam, IBM telah menyediakan pembangkit listrik sendiri yang secara otomatis akan menyala bila pasokan listrik PLN terputus. Selain itu, tersedia fasilitas UPS agar komputer tetap memiliki tenaga saat listrik terputus sementara.

Bram, demikian Trigantoro akrab dipanggil, menambahkan, secara berkala diadakan latihan menghadapi kondisi darurat di sana. "Karena yang kami tawarkan adalah business continuity management," ujar dia.

IBM memang bukan satu-satunya pemain di bisnis ini. Meski begitu, pemainnya sendiri terhitung tak banyak-banyak amat.

Mereka kini berbagi konsumen yang lambat-laun mulai bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kelangsungan bisnisnya. "Pelanggan kami saat ini mendekati 50 perusahaan," kata Soeparwan Soelaeman, Country Manager GTS IBM Indonesia.

IBM sendiri mencoba menawarkan berbagai paket, mulai paket hemat berdasarkan ukuran luas tempat yang disewa sampai pemakaian keseluruhan sistem. Harga termurah adalah US$ 10 ribu untuk kontrak setahun.

Deddy Sinaga







Komentar Anda (1) :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Good

    manusia berusaha, tuhan yang menentukan

    -- Eko, Solo, 08/10/2008 05:48:17 wib

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :