Badai dari BlackBerry
Senin, 13 Oktober 2008 | 13:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan Research in Motion (RIM) memang tak langsung menyebut Storm sebagai pesaing iPhone. Meski demikian, banyak pengamat melihat BlackBerry Storm, produk anyar RIM, diniatkan untuk menggerogoti keberhasilan iPhone di pasar ponsel cerdas.
Setelah diumumkan pada Rabu pekan lalu di Ontario, Kanada, markas RIM, Storm mulai dijual di pasar terbatas. Untuk pemasaran Si Badai di Amerika Serikat itu, perusahaan ini menggandeng Verizon Wireless. Mereka ingin mengimbangi langkah Apple yang menggandeng AT&T untuk memasarkan produk iPhone secara eksklusif di negeri Abang Sam tahun lalu. Sedangkan di Eropa dan negara lainnya, pemasaran ditangani oleh Vodafone Grup sebelum libur Natal tahun ini.
Februari lalu, petinggi RIM, Jim Balsilie, menyatakan perusahaannya bakal menyediakan BlackBerry dengan kemampuan layar sentuh. Ponsel iPhone selama ini dianggap yang terbaik dalam hal teknologi layar sentuh. Oleh karena itu, dalam siaran persnya, Verizon menyebut RIM akan menghadang iPhone di pasar Amerika Serikat.
Verizon mengklaim ada empat keunggulan Storm dibandingkan iPhone, yakni kamera 3.2 MP (iPhone 2.MP), remobeable battery, removeable memory, picture messaging, dan bluetooth stereo. Seperti harapan Balsilie, Storm juga dilengkapi layar sentuh yang sensitif dan terasa halus ketika di klik. Tak jauh berbeda dengan saat orang memijit tombol di BlackBerry seri lain atau Nokia Communicator.
Sebenarnya, "rasa" di layar sentuh Storm muncul lewat pegas-pegas kecil yang diletakkan di dalamnya. Selain membuat rasa, pegas ini juga memungkinkan beda tekanan berarti beda perintah. Misalnya, saat kita membuka halaman Internet, kita cukup menyentuhnya dengan lembut sehingga kursor bergerak. Tapi jika ditekan dengan keras, hal itu akan seperti melakukan klik di tetikus untuk mengaktifkan tautan atau ikon.
"Layar ini begitu indah," kata Daniel Dumas. Memang, RIM coba mengatasi keluhan para pengguna iPhone mengenai layar yang terbuat dari kaca, yang membuat proses pengetikan kurang nyaman karena tidak ada umpan balik ketukan.
Teknologi itu membuat Storm menjadi model pertama RIM yang tak dilengkapi papan ketik. Tak hanya itu, Si Badai ini juga mengandalkan pemasukan data melalui layar yang menutupi hampir keseluruhan badan ponsel. Seperti produk RIM lainnya, fitur e-mail dan chatting khas Blackberry tetap menjadi unggulan pada Storm.
Ponsel cerdas Storm ini berjalan pada jaringan quad-band GSM, HSDPA, dan GPS. Namun iPhone lebih unggul dalam hal ini karena menggunakan konektivitas Wi-Fi.
Memang, Storm lebih digdaya ketimbang iPhone dalam urusan camera. Lihat saja resolusinya yang lebih tinggi dan fasilitas di dalamnya, misalnya auto focus dan perekam video. Sayangnya, belum jelas daya tahan baterainya andaikata semua fasilitas itu digunakan. Yang jelas, Si Badai ingin menggoyang iPhone dari singgasananya.
UNTUNG WIDYANTO/berbagai sumber
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan




Komentar Anda :