Proyektor Seukuran Ponsel

Kamis, 13 November 2008 | 11:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Proyektor biasanya memiliki ukuran yang sedikit menyerupai Kamus Besar Bahasa Indonesia, berisik, berat, dan mahal. Tapi kategorisasi itu runtuh bila Anda melihat proyektor Optima Pico.

Optima Pico adalah proyektor mungil pertama di dunia. Ia memiliki dimensi 2 x 4,1 x 0,7 inci atau menyamai dimensi sebuah ponsel. Bobotnya hanya 119 gram. Sungguh kecil dan ringan.

Optima Pico diluncurkan di Berlin pada ajang pameran elektronik IFA pada akhir Agustus lalu. Pada akhir bulan ini, Optima Pico mulai dijual di pasar ritel dengan banderol US$ 430.

Di tubuh hitam mengkilapnya ada sebuah lampu LED yang sangat terang. Di dalamnya ada cip digital light-processing atau DLP buatan Texas Instruments yang telah dibuat menjadi mini.

Meski mini, proyektor seukuran saku ini bisa menghasilkan video atau foto digital yang terang, jernih, dan hidup. Menariknya, si mungil ini bisa beroperasi dengan baterai yang bisa diisi ulang. Baterai ini mampu mengoperasikan Optima Pico selama 90 menit. Kekuatannya bisa diperpanjang bila pengguna menyetel pada tingkat brightness yang lebih rendah atau menayangkan video tanpa suara.

Tenaga listriknya juga bisa dipasok dari sumber listrik rumah atau bila ia terhubung ke komputer via kabel USB. Optima Pico juga bisa terhubung langsung ke iPod.

Agar tayangannya sempurna, Pico memiliki jarak maksimal dan minimal ke layar. Jarak minimal adalah delapan inci. Sedangkan maksimalnya 8,5 kaki. Pada jarak itu, ia bisa menampilkan gambar berukuran 65 inci.

Namun, ukuran kecilnya menyebabkan sejumlah keterbatasan. Ukurannya yang mungil pada akhirnya membuat Optima Pico tak bisa menghasilkan tingkat brightness setinggi proyektor besar. Pico hanya sanggup menangani sembilan lumens, bandingkan dengan proyektor meja seharga US$ 900 yang bisa menghasilkan 2.000 lumens.

Bila gambar dipancarkan ke layar, tak ada cara untuk melakukan penyesuaian seperti pada proyektor besar. Bohlam 20 ribu jam-nya juga tak bisa diganti-ganti. Selain itu, resolusi gambar yang bisa dihasilkannya hanya 480 x 320 piksel, jauh di bawah proyektor besar yang bisa mencapai 1.024 x 768 piksel atau lebih.

Pico tersedia dengan kabel komposit khusus. Pada satu sudut ada pin audio-video yang kecil. Di sudut yang lain ada kabel RCA tiga kepala dengan warna berbeda: merah, putih, dan kuning. Hal itu membuatnya bisa terhubung ke DVD player, VCR, konsol game, kamera digital, dan camcorder.

Tapi, misi utama Pico sebenarnya adalah perangkat atau gadget yang lebih kecil dan mobile. Ia sesungguhnya didesain untuk kamera digital, ponsel, iPod, atau iPhone.

Pada iPod atau iPhone, Pico sudah bisa dihubungkan langsung dengan adapter yang tersedia. Tapi ia hanya berfungsi menampilkan gambar, bukan sebagai layar kedua untuk menampilkan browser Internet, e-mail, atau aplikasi lainnya.

Pada kamera digital atau camcorder, ia bisa menampilkan foto atau video dengan kabel komposit. Optima berencana membuat kabel adapter untuk ponsel pintar lain, dan dimulai dengan kabel Nokia seharga US$ 10.

Deddy Sinaga | NYT | Engadget



Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :