Rise of the Argonauts berlatar belakang Yunani kuno

Pejuang yang Menuntut Balas  

Jum'at, 21 November 2008 | 19:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para penggila video game bakal disuguhi banyak permainan anyar pada musim liburan mendatang. Beberapa game yang akan diluncurkan untuk mengisi liburan Natal dan tahun baru itu antara lain Herod's Lost Tomb atau "Makam Herodes yang Hilang". Video game tersebut adalah besutan perdana dari National Geographic, yang akan diluncurkan mulai bulan ini.

Seperti diketahui, National Geographic sebelumnya hanya dikenal memproduksi majalah bulanan dan tayangan yang mengulas cerita penjelajahan dari berbagai pelosok dunia. Kini mereka juga merambah "dunia" video game dengan memproduksi permainan digital yang "ramah keluarga" itu untuk liburan mendatang.

Namun, selain "Makam Herodes yang Hilang", yang ceritanya diambil dari sebuah artikel di Bibel, ada game epik yang bakal meluncur pada pertengahan Desember nanti, yakni Rise of the Argonauts. Game ini dikembangkan oleh Liquid Entertainment dan diterbitkan oleh Codemasters, kedua perusahaan spesialis video game.

Permainan digital bergenre RPG (role playing game) ini akan diluncurkan untuk konsol Xbox360, PlayStation 3, dan PC. Rise of the Argonauts adalah game yang akan membenamkan para pemain dalam petualangan gladiator---seperti ditulis situs Games for Windows, menggambarkan betapa game ini dinanti banyak penggemar permainan laga.

Namun, berbeda dengan game produksi National Geographic yang bisa dimainkan oleh seluruh anggota keluarga, Rise of the Argonauts ditujukan khusus untuk orang dewasa atau usia 17 tahun ke atas. Pasalnya, game ini menampilkan banyak adegan pertempuran brutal, pertumpahan darah, serta adegan percintaan.

Rise of the Argonauts berlatar belakang masa Yunani kuno. Pada game ini, pemain akan berperan sebagai Jason, seorang Raja Iolcus di Yunani. Ia juga seorang pejuang ahli yang dilatih oleh Sentaurus.

Kisah dimulai dari kehidupan Jason---nama yang sebetulnya tidak mencirikan orang Yunani---yang berniat mengawini tunangannya, Alceme. Ketika pasangan ini akan melakukan perkawinan, tiba-tiba pembunuh melayangkan anak panah ke arah mempelai wanita, tepat di dadanya. Anak panah itu telah diberi racun magis sehingga Alceme langsung terjatuh dan tewas di lengan Jason.

Jason kemudian meletakkan tubuh istrinya di sebuah candi, tempat di mana mereka seharusnya menikah. Selanjutnya, tentu saja Jason menuntut balas atas kematian Alceme dan mengejar para pembunuh. Ketika dalam pengejaran itulah Jason sadar bahwa pembunuhnya adalah kalangan lidah hitam, berasal dari suku bangsa penyihir yang diusir dari Kerajaan Iolcus.

Dalam game ini, Jason juga berusaha memperoleh golden fleece, sebuah artifak magis yang diketahui membawa kuasa kebangkitan. Artifak inilah satu-satunya cara untuk membawa Alceme kembali ke kehidupan.

Jason pun meninggalkan negerinya untuk memburu musuh-musuhnya serta mencari artifak tersebut. Ia menggunakan Argo, sebuah kapal yang membawanya ke negeri-negeri lain. Ia juga dibantu beberapa orang temannya, yang juga karakter dalam game ini, yakni sahabat baiknya, Hercules, serta Pan, Achilles, dan Atalanta.

Nah, dalam pencarian itulah game menceritakan petualangan Jason dan kawan-kawannya, menampilkan penjelajahan di dunia, dari kota-kota masa lalu yang bersinar, hutan lebat, hingga melintasi lautan luas dan dalam.

Di sepanjang perjalanan, si tokoh utama akan menemui musuh-musuhnya, termasuk beberapa makhluk yang hanya ada dalam mitos, seperti seekor babi jantan raksasa. Yang jelas, game ini bakal memompa jantung para pemainnya. "Saya benar-benar ingin memainkan game ini," kata Jeremy Dunham, seorang penulis tentang video game.
Dimas|GAMESFORWINDOWS|GAMESPOT|PASTEMAGAZINE|PC.IGN.COM|

Bookmark:
RPG (role playing game): Peran di dalam game hanyalah fiksi. Pemain bisa menentukan tindakan mereka berdasarkan karakter mereka sendiri.

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :