close

Nokia Siemens Seriusi Bisnis Service  

Jum'at, 20 November 2009 | 10:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai vendor perangkat jaringan telekomunikasi, Nokia Siemens Network (NSN) kini menseriusi bisnis service alias layanan. “Secara global, service adalah 40 persen dari revenue kami,” kata Darmesh Malhotra, Head of Services, Sub-region Indonesia, dalam acara Media Camp di Cisaat, Sukabumi, pada Selasa lalu.


Menurut Malhotra, dunia informasi dan teknologi global sudah mengalami transformasi. Di antaranya adalah menurunnya pendapatan per user oleh karena menurunnya tarif. Oleh sebab itu, kualitas layanan menjadi faktor penentu bertahannya operator dalam kondisi tersebut.

Dari pihak NSN, kata Malhotra, strateginya adalah mempertahankan konsumen dengan meningkatkan pelayanan. Salah satu cara adalah meluncurkan inisiatif bernama Global Delivery Services, yaitu pengelolaan jaringan oleh NSN.

Sedangkan pada sudut teknologi, NSN mencoba menghadirkan teknologi menara pemancar yang hemat energi dan murah. Untuk menghadapi semakin banyaknya vendor infrastruktur, NSN juga memungkinkan teknologinya mendukung multi-jaringan dan multi-vendor.

Berbeda dengan pasar global, khusus untuk pasar Indonesia NSN rupanya lebih mengedepankan strategi service sebagai jualan utama. Porsi untuk service di Indonesia malah sampai mencapai 60 persen.

“Pada beberapa operator kami menyediakan infrastruktur dan service, tapi pada yang lain service saja, contohnya pada XL,” kata Harith Menon, Head Costumer Marketing and Communications Regional NSN Asia Pasifik.

Dengan strategi ini, kata Menon, pihaknya berharap bisa mendekati Ericsson sebagai pesaing utama di bisnis itu. “Dua tahun terakhir dengan perubahan itu kami semakin mendekati Ericsson,” kata Menon.

DEDDY SINAGA

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan